Simpan Upal, Petani Ditangkap

SERANG – Sebanyak 931 lembar uang palsu (upal) pecahan Rp100 ribu diamankan polisi dari kediaman Aeng, Senin (3/12). Petani asal Kampung Kedu, Desa Padarincang, Kabupaten Serang, itu terancam sepuluh tahun penjara.

Ratusan lembar upal itu berawal dari rencana polisi menggerebek salah satu terduga pelaku kasus narkoba di Kampung Kedu, Desa Padarincang. Pengintaian polisi mengarah ke kediaman Aeng. Namun, polisi tidak menemukan barang bukti. Saat digeledah, polisi justru menemukan satu kantong plastik berisi upal di kediaman Aeng.

“Penangkapan sekira jam sembilan malam. Saat kita lakukan penangkapan, ternyata kita temukan uang palsu sebanyak 931 lembar pecahan Rp100 ribu,” kata Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Affandi saat rilis di Mapolres Serang Kota, Rabu (19/12).

Saat diinterogasi, Aeng mengaku upal tersebut bukan miliknya. Uang itu dititipkan oleh seorang warga asal Bogor berinsial GPR. “Kasus ini masih dalam pengembangan. Apakah ada hubungannya penjualan narkoba dengan uang palsu, kita masih belum tahu,” kata Firman.

Atas perbuatannya, Aeng disangka melanggar Pasal 36 ayat (2) UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana maksimal sepuluh tahun penjara. “Pasti ada tersangka lain karena kan uang palsu tidak mungkin sendiri, pasti ada tersangka lain, akan kita kembangkan,” jelas Firman.

Sementara itu, Aeng menyangkal mengetahui kantong plastik itu berisi upal. Sebab, setelah GPR menitipkan kantong plastik itu, Aeng tidak pernah membukanya. “Saya kenal dari Iwan (GPR-red). Sebelum pergi GPR titip bungkusan plastik. Saya tidak tahu kalau (isi-red) uang palsu. Kalau tahu, sudah saya bakar,” kata Aeng.

Aeng mengaku belum pernah menggunakan upal tersebut untuk membeli sesuatu. “Kan saya tidak tahu bungkusan itu isinya uang palsu,” kata Aeng. (Merwanda/RBG)