Simpanan Mahasiswa dan Pemuda Capai 11.052 Rekening

0
211 views

SERANG –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan industri perbankan meluncurkan produk tabungan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMUDA) yang dilengkapi dengan fitur asuransi dan produk investasi pada 2018. Program tabungan yang diinisiasi OJK untuk kelompok usia 18-30 tahun itu, per 30 Juni 2019 telah dibuka 11.052 rekening dengan nominal sebesar Rp12,4 miliar.

Untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan kaum muda, OJK menggelar Aksi Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Menabung (AKSiMUDA) 2019 di auditorium BPPT, Jakarta, Selasa (30/7). Kegiatan itu dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung dan untuk mendukung pencapaian target indeks literasi dan inklusi keuangan sesuai Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menambahkan, AKSiMUDA diharapkan dapat memberikan manfaat positif khususnya dalam perluasan akses keuangan bagi kelompok mahasiswa dan pemuda di seluruh Indonesia. Hal ini untuk mendukung pencapaian target tingkat inklusi keuangan sebesar 75 persen pada akhir 2019 sebagaimana tercantum dalam SNKI.

OJK juga secara gencar dan masif melakukan edukasi tentang pentingnya menabung, melakukan investasi pada berbagai produk keuangan, edukasi terkait risiko dan imbal hasil serta edukasi hak-hak konsumen. “Ini yang akan terus ditingkatkan dan diperluas jangkauannya,” katanya  dikutip dari siaran pers.

Pelaksanaan AKSiMUDA didasarkan pada data statistik tahun 2019 yang menunjukkan proyeksi jumlah penduduk Indonesia untuk kelompok pemuda berusia 15-29 tahun yaitu sebesar 65,8 juta atau sekitar 24,6 persen dari total penduduk Indonesia. Data statistik pendidikan tinggi tahun 2018 menunjukkan jumlah mahasiswa terdaftar mencapai 9,8 juta orang.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2016 menunjukkan bahwa pemuda (usia 18-35 tahun) memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya secara nasional, yaitu tingkat literasi sebesar 32,1 persen (usia 18-25 tahun) dan 33,5 persen (usia 26-35 tahun), dan tingkat inklusi keuangan sebesar 70,0 persen (usia 18-25 tahun) dan 68,4 persen (usia 26-35 tahun).

Sebagai bagian dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif, OJK dan kementerian/lembaga terkait mengupayakan beberapa inisiatif, di antaranya pencanangan Hari Indonesia Menabung yang akan ditetapkan setiap 20 Agustus melalui Keputusan Presiden.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, mahasiswa dan pemuda Indonesia akan didorong terus untuk semakin bagus dalam literasi dan inklusi keuangan. Para mahasiswa dan pemuda ini memiliki potensi besar sebagai penggerak perekonomian Indonesia. “Baik dari segi jumlah populasi, karakter, dan tingkat literasi serta inklusi keuangan,” kata Tirta. (skn/aas/ags)