LEBAK – Polres Lebak bersama TNI menggelar simulasi pengamanan pada Pilkada 2018 di Alun-alun kota Rangkasbitung, Selasa (27/2). 

Simulasi tersebut di skenariokan terjadi kekacauan. Simulasi pun diwarnai dengan lemparan batu serta air mineral oleh massa atau pendemo. Akibatnya terjadi aksi dorong mendorong antara petugas kepolisian dengan massa. 

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, dalam simulasi ini kepolisian mengerahkan ribuan personel dengan bersinergi bersama TNI dalam mengamankan Pilkada serentak 2018. 

“Kita gelar simulasi ini guna menjaga terjadi kekacauan saat Pilkada berlangsung. Kita harapkan Pilkada serentak ini berjalan kondusif,” katanya. 

Dani menambahkan, simulasi ini juga bersinergi dengan anggota TNI Kodim 06/03. Sehingga pengamanan dapat berjalan maksimal. 

“Kita harus menciptakan situasi yang kondusif dalam Pilkada, oleh karena itu kita bersinergi dengan TNI untuk menciptakan situasi yang aman dengan maksimal, sehingga Pilkada bisa berjalan lancar,” tegasnya. 

Lebih lanjut, kata Dani, simulasi ini merupakan tindak lanjut dalam langkah antisipasi jika terjadi kekacauan saat Pilkada. 

“Kita juga akan meningkatkan pengamanan dari segala aspek. Kita kerahkan anggota kepolisian seperti intelijen dan Bhabinkamtibmas untuk mendeteksi dini jika akan terjadi kericuhan. 

“Kita juga selalu mengingatkan kepada anggota untuk menjaga netralitas dalam pemilihan kepala daerah ini,” tegasnya. (Omat/twokhe@gmail.com). 

BAGIKAN