Sindikat Curanmor Lintas Daerah Dibekuk

0
358 views
Kapolresta Tangerang, Kombespol Ade Ary Syam Indradi (kedua dari kanan) menunjukan barang bukti hasil curanmor yang beroperasi lintas wilayah saat ungkap kasus di Mapolresta Tangerang, Rabu (9/9).

TIGARAKSA – Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas daerah diringkus petugas Satreskrim Polresta Tangerang. Sindikat yang sudah enam tahun beroperasi ini biasa menggasak 15 unit sepeda motor dalam setiap bulan.

Dua pelaku itu berinisial RD (30) dan RA (25). Wilayah sindikat ini di DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Serang. Dalam sehari, kedua pelaku mampu mencuri dua sampai tiga unit sepeda motor atau minimal 15 unit sepeda motor setiap bulan.

Pelaku menjual motor curian itu ke Sumatera seharga Rp2 juta hingga Rp3 juta setiap unitnya. Sehingga, setiap bulan, kedua pemuda asal Lampung Timur, Lampung itu dapat mengantongi uang sebesar Rp45 juta.

“Para tersangka sudah 6 tahun beraksi, sudah 72 bulan dan ada sekitar 1080 motor yang sudah dicuri. Motor hasil tindak kejahatan dijual para tersangka seharga Rp 2 hingga Rp 3 juta. Jika dihitung maka total keuntungan yang didapatkan sekitar Rp 2 miliar,” kata Kapolresta Tangerang Komisaris Besar (Kombes) Pol Ade Ary Syam Indradi dalam konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Rabu (9/9).

Dikatakan Ade, RD adalah residivis. Dia bebas pada 2014 lalu usai menjalani hukuman enam bulan penjara dalam kasus serupa. Namun, RD yang tak kenal jera itu mengajak RA untuk beraksi.

Setiap beraksi, para tersangka hanya butuh waktu 3 detik untuk merusak atau menjebol kunci kontak motor dan membawanya kabur. “Sasaran para tersangka adalah sepeda motor yang diparkir tanpa pengawasan apalagi tanpa tambahan kunci pengaman,” ujar Ade.

Oleh karena itu, Ade mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan memberi pengaman tambahan untuk kendaraannya. Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak membeli kendaraan tanpa surat resmi sebab patut diduga hasil kejahatan.

“Yang membeli juga dapat dikenakan pidana karena menadah atau membeli kendaraan hasil curian,” terang Ade.

Atas perbuatannya, RD dan RA disangka melanggar Pasal 363 KUH Pidana. “Kasus masih kami kembangkan untuk mencari barang bukti lain,” pungkas Ade.

Sementara itu RD berkilah baru beberapa kali mencuri motor. Dia mengaku motor hasil curian tersebut dijual kepada penadah. “Saya pakai kunci T. Hanya sebentar, sepeda motor langsung bisa saya bawa. Barangnya saya jual ke banyak orang. Baru sekali ini saja mencuri,” kilahnya. (rbnn/nda)