Sindikat Perampok Minimarket dan Toko Kelontongan Dibekuk Polisi

SERANG – Enam pelaku perampokan spesialis minimarket dan toko kelontongan yang telah beraksi 40 lokasi kali dibekuk Tim Jatanras Polda Banten dan Polres Lebak.

Keenam pelaku dibekuk di dua tempat terpisah di Kabupaten Lebak dan Jakarta. Selain menangkap keenam pelaku, polisi juga mengamankan satu pelaku penadahan barang curian.

Keenam pelaku perampokan tersebut Tri Gunawan alias Ateng (28) dan Rendra Wiguna (29)  warga Jalan Tipar Cakung, Jakarta Timur, Dedi Yanuri (25) warga Kampung Hejo, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Kemudian, Umar Hamzah alias Jaun (40), Ahmad Muhammad (22) dan Abdul Herman alias Adung (29). Ketiganya merupakan warga Celincing, Jakarta Utara. Sementara satu pelaku penadahan Muhammad Sholeh (50) warga Celincing, Jakarta Timur.

Penangkapan sindikat tersebut bermula dari pengungkapan kasus pembobolan toko kelontongan di tempat kejadian perkara (TKP) di Kampung Cibuah Nangklak, Kecamatan Warungunung, Kabupaten Lebak, Minggu (29/9) dinihari. Pelaku Tri Gunawan, Deri Yanuar dan Rendra Gunawan. Ketiga pelaku ditangkap usai aksinya kepergok pemilik toko kelontongan.     

“Sesaat setelah kejadian (perampokan-red), pemilik toko ini balik lagi ke tokonya dan melihat tokonya sudah dirampok. Korban ini lalu mengejar mobil Terios yang baru saja melintas di dekat tokonya,” kata Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Edy Sumardi Priadinata saat ekspos di Mapolda Banten, Kamis (3/10).

Sambil menelepon polisi, korban tersebut mengejar dan melintangkan mobilnya di jalur yang dilewati kendaraan para pelaku. Saat kendaraan para pelaku terhenti personel kepolisian dari Polres Lebak datang ke lokasi dan menangkap ketiganya. “Didapatkan barang bukti hasil perampokan di dalam mobil para pelaku,” kata Edy didampingi Kasubdit Jatantaras Ditreskrimum Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Asep Sukandarisman.

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten yang mengambil alih kasus tersebut mendapatkan keterangan dari para pelaku bahwa hasil perampokan dijual kepada Muhammad Sholeh.  Dia lalu dilakukan penangkapan di sebuah kios di Kelurahan Rotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (29/9). “Penangkapan berlangsung sekira pukul 20.40 WIB,” ujar Edy.

Dari keterangan penadah tersebut petugas kembali mendapati informasi mengenai tiga pelaku perampokan yang lain. Ketiganya Abdul Herman, Ahmad Muhammad dan Umar Hamzah. Ketiganya dilakukan penangkapan di masing-masing rumahnya di Cilincing, Jakarta Utara, Senin (30/10). “Penangkapan ketiganya berlangsung dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB,” kata Edy.

Berdasarkan keterangan keenam pelaku, mereka telah beraksi sebanyak 40 kali di wilayah hukum Polda Banten dan Polda Metro Jaya. Khusus di Polda Banten mereka telah beraksi sebanyak 15 kali di wilayah Kabupaten Tangerang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Sedangkan 25 lokasi lain berada di Bekasi dan Jakarta.

“Mereka ini awal mainnya (merampok-red) di daerah Jakarta dan Bekasi sana. Karena gerak mereka ini sudah mulai dipersempit, mereka ini lalu pindah ke sini (Banten-red). Mereka (pelaku-red) melakukan perampokan di toko yang sudah tutup,” kata Edy.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten AKBP Sukandarisman mengatakan dari penangkapan keenam pelaku tersebut pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti berupa gunting besar pemotong besi, kunci leter T, linggis, pahat, mobil Terios nopol B 2439 TFM, dua unit televisi dan barang dagangan seperti rokok, mi instan dan yang lainnya. “Kalau untuk mobil ini digunakan untuk sarana kejahatan pelaku,” ujar Asep.

 Setiap kali merampok, para pelaku biasanya mendapatkan uang Rp10 juta. Uang tersebut dibagi rata untuk para pelaku. “Uang tersebut digunakan pelaku untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli narkoba,” kata Asep.

Para pelaku telah ditahan di Rutan Mapolda Banten. Keenam pelaku disangkakan melanggar 363 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman pidana penjara selama 7 tahun. “Untuk pelaku penadahan kita jerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara,” ucap Asep.

Salah satu pelaku Rendra Wiguna mengaku telah melakukan perampokan sejak tahun 2016 lalu. Dari setiap kali merampok dia mendapatkan bagian Rp1,5 juta hingga Rp1,7 juta. “Sudah tiga tahun (beraksi-red). Untuk ngasih keluarga dan beli narkoba (uang hasil merampok-red). Sudah dua tahun (gunakan narkoba-red),” tutur Rendra. (Fahmi Sai)