Sinergikan Penataan Kota dengan Pemprov

Walikota Serang Syafrudin memberikan keterangan kepada wartawan.

SERANG – Pemkot Serang menyinergikan penataan Kota Serang dengan Pemprov Banten. Tak hanya untuk di perkotaan, Pemkot juga menyinergikan pembangunan kawasan Banten Lama yang kini menjadi salah satu program unggulan Pemprov.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, layaknya seorang anak, Kota Serang harus diberi asupan gizi yang cukup. Dengan APBD Kota Serang yang saat ini hanya Rp1,2 triliun, pria yang dilantik pada Desember 2018 lalu itu mengaku memiliki keterbatasan untuk pembangunan di segala bidang. Apalagi, anggaran yang dialokasikan untuk pos belanja langsung dari total APBD hanya Rp700 miliar.

“Dari anggaran itu, kami harus menata, membangun infrastruktur, tapi juga harus memperhatikan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya kepada Radar Banten, Kamis (1/8).

Kata dia, dirinya bersama wakil walikota Serang dan seluruh aparatur Pemkot bersungguh-sungguh menata Kota Serang. “Kalau tidak ada yang membantu, kami akan berupaya. Apalagi, kalau ada yang membantu,” ujar mantan birokrat itu.

Ia mengatakan, dengan APBD yang terbatas, pihaknya mencoba melakukan penataan secara bertahap agar Kota Serang terlihat cantik. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Wahidin Halim yang sudah memberikan perhatian khusus kepada Kota Serang. “Langkah Pak Gubernur luar biasa,” tuturnya.

Bagi Syafrudin, hal itu wajar dilakukan mengingat rumah dinas dan Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B) berada di Kota Serang. Namun, ia juga berharap bantuan keuangan (bankeu) yang digelontorkan Pemprov untuk Kota Serang berbeda dengan kabupaten kota lain karena fungsinya sebagai ibukota Provinsi Banten.

Tahun ini, pihaknya mengaku akan menyerap seluruh bankeu yang diberikan Pemprov. Dari Rp40 miliar bankeu itu, Rp20 miliar di antaranya untuk Banten Lama.

Selain mengandalkan bankeu untuk penataan Banten Lama, ia mengatakan, pihaknya juga mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk ikon Banten tersebut. “Total anggaran untuk Banten Lama Rp42 miliar,” ujarnya.

Selain membangun sejumlah infrastruktur di kawasan penunjang wisata (KPW) Banten Lama seperti kios pedagang, terminal, penerangan jalan umum, pedestrian, hingga musala, Syafrudin juga membangun jalan menuju Banten Lama senilai Rp8 miliar. “Anggaran Banten Lama untuk menyinergikan dengan kegiatan pembangunan yang dilakukan Pemprov lebih besar dibandingkan untuk lainnya. Bahkan, untuk Banten Lama lebih besar tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.

Mantan camat itu mengakui kesadaran masyarakat untuk menciptakan budaya hidup bersih dan sehat memang masih kurang. Buktinya, masih banyak masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat. Padahal, Pemkot sudah menyediakan tempat pembuangan sampah dan kontainer sampah.

Dengan pola hidup seperti itu, ia menilai, berapa pun besar anggaran yang digulirkan pemerintah, kebersihan dan keindahan sulit tercipta. Pemkot, menurutnya, tidak tinggal diam saja. Berbagai upaya sudah dilakukan hingga memberikan pemahaman kepada masyarakat seperti saat ia duduk sebagai kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang dulu. “Tapi, kesadaran masyarakat tetap masih kurang. Ini yang menjadi kendala,” tuturnya.

Kata dia, upaya-upaya yang dilakukan Pemkot itu akan dimaksimalkan lagi. Apalagi, saat ini ada dana kelurahan yang dapat digunakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat serta memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah menjadi rupiah.    

Berdasarkan hasil studi banding yang ia lakukan ke Bali, peran kelurahan untuk mengurangi sampah dan memberikan kesadaran bagi masyarakat cukup tinggi. Untuk itu, Pemkot akan memaksimalkan peran kelurahan untuk menangani hal tersebut. Apalagi, anggaran untuk kelurahan tidak main-main, yakni lima persen dari APBD dikurangi dana alokasi khusus.

Setiap kecamatan mendapatkan alokasi anggaran yang berbeda karena jumlah setiap kelurahan di dalamnya juga tak sama. “Ada yang Rp13 miliar, ada yang Rp16 miliar, ada juga yang Rp17 miliar,” terangnya.

Selain anggaran, Syafrudin juga mengaku sudah memenuhi sejumlah kebutuhan aparatur di tingkat kelurahan agar perannya lebih maksimal. “Tinggal Kecamatan Walantaka dan Taktakan yang belum maksimal. Tapi, akan kami maksimalkan,” ujarnya. (nna/alt/ira)