Pemain Korsel merayakan kemenangan usai mengalahkan Jerman. Foto: AFP

KEJUTAN terjadi di babak penyisihan grup F Piala Dunia 2018. Jerman yang datang sebagai juara bertahan resmi tersingkir usai menelan kekalahan di dua pertandingan. Rabu (27/6) malam WIB, Toni Kroos Cs menyerah dua gol tanpa balas dari Korea Selatan. Sebelumnya Jerman keok 0-1 ketika menghadapi Meksiko. Alhasil mereka kini terpuruk di dasar klasemen grup F dengan kepemilikan tiga poin.

Tiket menuju fase 16 besar justru jatuh ke tangan Swedia yang tampil gemilang di laga terakhir babak penyisihan. Menghadapi Meksiko, Swedia menang tiga gol tanpa balas.
Kegembiraan dan tangis haru bersatu di ruang ganti tim Korea Selatan di Stadion Kazan Arena. Rabu (26/6) malam, perjuangan mereka untuk meraih kemenangan di sebuah laga Piala Dunia kembali terwujud.

Tak tanggung-tanggung, tim yang dikalahkan skuad Taeguk Warriors adalah sang juara bertahan Piala Dunia 2014, Jerman. Ditekan selama 90 menit dan kalah dalam penguasaan bola tak membuat Korsel menyerah. Justru mereka mampu menunjukkan mental yang lebih kuat dibanding sang juara bertahan.

Gol Korsel pun tercipta saat laga sudah memasuki masa injury time. Pertahanan Jerman yang lengah memudahkan Kim Younggwon mencetak gol dengan jarak tak lebih dari 1 meter di depan Manuel Neuer.

Aksi kiper Jerman itu usai kebobolan menjadi malapetaka kedua bagi Tim Panser. Neuer yang maju membantu serangan gagal menguasai bola. Sebuah tendangan lambung pun dilakukan pasukan Korsel menuju Son Heungmin yang berlari tak terkawal. Korsel pun meraih kemenangan di laga pamungkas mereka di Piala Dunia 2018.

Kemenangan ini pun rasanya bakal dikenang sepanjang masa oleh publik Korsel. Tak hanya karena mampu membuat tim sebesar Jerman tak berkutik.

Tapi karena skuad Taeguk Warriors telah mencatatkan torehan emas dalam sejarah Piala Dunia. Korsel menjadi tim Asia pertama yang mampu mengalahkan juara bertahan Piala Dunia di sebuah partai resmi.

Korsel memang sudah pasti tersingkir. Namun, seperti halnya Peru, mereka bisa pulang dengan membawa kenangan indah. Sebuah catatan emas ditorehkan Korsel dalam sejarah Piala Dunia.

Joachim Low

Kegagalan ini membuat pelatih Jerman Joachim Low mengaku sangat kecewa. Karena itu, Low akan membiarkan para pemain dan dirinya untuk menenangkan diri. Bagaimanapun, tersingkir cepat dari Piala Dunia bukanlah hal yang lumrah dialami Jerman.

“Saya merasa shock. Karena kami tak mampu mengembangkan permainan, mengalahkan Korea Selatan, dan kami pun kalah. Para pemain memang tertekan sebelum melakoni pertandingan, apalagi Swedia bermain di waktu yang bersamaan,” ucap Low dilansir JawaPos.com mengutip fifa.com.

Menurut Low, terlalu dini bagi dirinya untuk mengatakan banyak hal soal pertandingan tadi malam. Dia pun tak akan banyak menyalahkan pasukannya dan akan berbicara kepada mereka setelah kondisi lebih tenang.

Low pun tetap optimistis kalau Jerman akan bangkit dan kembali meraih prestasi. Karena Jerman kini sudah memiliki banyak pemain muda bertalenta tinggi yang siap jadi andalan di masa depan.

“Apakah saya berpikir kekalahan ini akan membawa Jerman ke masa kegelapan? Tentu saja tidak. Saya pikir kami mempunyai pemain muda dengan talenta luar biasa, dan sebagian dari mereka berpotensi untuk jadi bintang,” lanjut Low.

“Hasil yang kami alami juga pernah dirasakan negara lain sebelumnya. Kami hanya butuh meraih kesimpulan yang tepat dan membuat masa depan lebih baik lagi,” pungkas Low. (adw/JPC/JPG)