Siswa di Lebak Lanjut Belajar Daring di Rumah

0
632 views

LEBAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebak tetap memberlakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring di rumah. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, Senin (13/7) pagi dirinya keliling ke beberapa kecamatan untuk monitoring kegiatan di sekolah. Jika tidak terjadi pandemi corona, kemarin merupakan hari pertama anak-anak masuk sekolah tahun ajaran baru 2020 – 2021. Tapi, karena pandemi corona dan Lebak masih dalam kategori zona kuning maka siswa terpaksa harus belajar secara daring.

“Kita belum terapkan KBM tatap muka, karena kondisinya masih tidak memungkinkan. Untuk itu, siswa TK, SD, dan SMP masih belajar di rumah,” kata Wawan kepada Radar Banten.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak ini mengungkap, hasil monitoring di lapangan, masih banyak orangtua dan siswa yang berangkat ke sekolah. Karena sekolah belum dibuka untuk KBM tatap muka maka orangtua dan siswa akhirnya kembali ke rumahnya masing-masing.

“Orangtua dan siswa yang datang ke sekolah diberikan penjelasan bahwa sekolah masih tutup akibat pandemi corona. Para siswa diminta untuk tetap belajar di rumah dengan didampingi para orangtua,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dindikbud Banten Muhamad Yusuf menyatakan, Gubernur Banten sudah menetapkan keputusan bahwa para pelajar SMA dan SMK tetap belajar di rumah. Kondisi tersebut akibat wabah corona yang telah berdampak terhadap kehidupan masyarakat di dunia. Namun, jika kondisi corona sudah terkendali maka bisa jadi sekolah dengan metode tatap muka bisa dilaksanakan kembali atau metode luar jaringan (Luring).

“Iya, siswa SMA dan SMK di Banten masih belajar secara daring di rumah. Tentunya dengan dipandu para guru dan didampingi orangtua,” jelasnya.

Terkait wilayah yang blankspot, Gubernur memberikan kelonggaran kepada sekolah di wilayah tersebut untuk melakukan pola belajar tatap muka. Tapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Instruksi Gubernur belajar di rumah sampai 31 Desember. Tapi kita akan evaluasi setiap dua minggu apakah tetap belajar di rumah via daring atau bisa dimungkinkan belajar dengan sistem tatap muka,” ungkap Yusuf usai memberikan materi pada pelatihan program induksi guru pemula di SMAN 2 Rangkasbitung. (Mastur)