SERANG – Angka putus sekolah di Provinsi Banten masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten tahun 2012 mencatat tiga kategori angka putus sekolah dari tiga jenjang satuan pendidikan.

Pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar misalnya, ada 27,76 persen. Ini diukur dari usia tujuh tahun hingga 12 tahun. Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama sebanyak 16,63 persen dengan rentang usia 13 sampai 15 tahun. Sementara pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas terdapat 27,00 persen dengan rentang usia 16 hingga 18 tahun.

“Angka ini harus dibaca bahwa yang putus sekolah di SD walau usianya sudah dewasa masuk dalam perhitungan ini,” kata Kabid Statistik Sosial BPS Banten Gandari Adiyanti kepada wartawan, kemarin (2/5/2014).

Ia mengatakan, yang masuk dalam perhitungan ini penduduk menurut jenjang pendidikan yang sudah tidak bersekolah lagi atau yang tidak menamatkan suatu jenjang pendidikan tertentu.

Sementara itu, Sekretaris Dindik Provinsi Banten Rukman Tedi saat dihubungi wartawan mengklaim bahwa angka putus sekolah di Banten cenderung menurun. “Angkanya cenderung turun, tapi saya lupa berapa,” jelasnya.

Tedi mengatakan bahwa isu pendidikan gratis pada banyak politisi menjadikan dorongan tersendiri untuk masyarakat lebih antusias bersekolah. “Ini membantu sosialisasi program pemerintah untuk pendidikan gratis,” paparnya.

Mengenai data, Tedi, tidak menyebut secara pasti jumlah penurunan angka putus sekolah tersebut. (WAHYUDIN)