Siswa SMA dan SMK di Banten Bertambah 20 Ribu Orang

SERANG – Jumlah siswa SMA SMK negeri tahun ini bertambah sebanyak 20 ribu orang dibandingkan tahun lalu. Tahun ajaran ini, ada 76 ribu siswa yang diterima dari jumlah pendaftar sebanyak 95 ribu orang. Sedangkan tahun ajaran sebelumnya hanya 56 ribu siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Engkos Kosasih mengatakan, dengan bertambahnya jumlah siswa, maka anggaran yang dialokasikan untuk bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) bertambah. “Otomatis anggaran yang dikucurkan juga lebih banyak,” ujar Engkos, Jumat (9/8).

Engkos mengatakan, penambahan anggaran untuk Bosda bagi para siswa SMA SMK negeri itu akan dilakukan pada APBD Perubahan nanti. Kata dia, Gubernur Banten Wahidin Halim sangat konsen terhadap pendidikan gratis. Untuk itu, penambahan anggaran agar anak-anak Banten dapat bersekolah akan dilakukan. “Kami belum hitung berapa anggaran yang dibutuhkan,” terangnya.

Namun, selama ini, Pemprov Banten mengucurkan anggaran untuk pendidikan gratis tingkat SMA SMK SKh negeri mencapai Rp80 miliar.

Diketahui, setiap siswa SMA negeri mendapat Bosda Rp3,6 juta per tahun. Sedangkan siswa SMK negeri sebesar Rp4 juta per tahun. Sementara itu, jumlah SMA negeri di Banten sebanyak 150 unit, SMK 79 unit, dan SKh delapan unit.

Kata dia, dengan penambahan jumlah siswa maka ruang kelas baru juga akan ditambah. Namun untuk unit sekolah baru, pihaknya akan mendalami kajian akademisnya. “Pembangunan unit sekolah baru diharapkan tidak berdasarkan pada keinginan sekelompok orang. Jangan nanti pas dibangun tidak ada siswanya,” tutur Engkos.

Ia mengatakan, kalau dibangun sekolah baru dan ruang kelas baru harus sesuai dengan kajian. Apalagi, pihaknya harus memikirkan nasib sekolah swasta. Dengan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) lalu, tidak ada lagi sekolah yang dinyatakan unggulan.

Engkos menerangkan, agar tidak ada lagi sekolah unggulan, maka pihaknya akan memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) seluruh sekolah. “Kami sedang inventarisasi. Nanti semuanya akan sama, tapi tentu saja secara bertahap,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, para kepala sekolah untuk tidak cengeng dengan sedikit-sedikit minta bantuan. Namun, begitu diberikan bantuan tidak digunakan. Apalagi, saat ini kepala sekolah sebagai manajer di sekolahnya.

Untuk memastikan seluruh sekolah di Banten baik sesuai dengan harapan Gubernur dan Wakil Gubernur, Engkos bersama jajaran Dindikbud juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah. “Waktu itu ke SMA Cibadak di Kabupaten Lebak. Sampahnya berserakan. Kami kasih waktu satu pekan untuk diperbaiki,” tegasnya. (nna/air/ira)