Siswa SMK Pelayaran Meninggal Dunia Saat Masa Orientasi

SERANG – Nasib nahas dialami Farhan Purnama (16). Siswa SMK Pelayaran Nusantara di Kota Serang itu meninggal dunia setelah terserang demam saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS), Sabtu (21/7).

Informasinya, sebelum meninggal, korban diketahui sedang mengikuti MOS yang diselenggarakan SMK Pelayaran Nusantara selama satu pekan. Mulai Senin (16/7) sampai Sabtu (21/7). Selama sepekan puluhan siswa baru itu diwajibkan menginap di lingkungan sekolah. “Mereka diberikan latihan berbaris dan materi teori di dalam ruangan kelas,” kata Wakasek SMK Pelayaran Nusantara Mustafa ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (21/7).

Latihan berbaris dipercayakan kepada anggota TNI AL sebagai instruktur dengan didampingi oleh delapan kakak kelas. Hampir lima jam dalam sehari, Farhan bersama siswa baru lain ditempa dengan latihan berbaris di lapangan sekolah. “Siangnya diisi materi ruang kelas. Seperti pengenalan lalu lintas dari kepolisian, kebangsaan dari Korem, dan pengenalan bahaya obat terlarang dari BNN. Total aktivitas berhenti jam sembilan malam,” tutur Mustafa.

Namun, belum genap sepekan, Farhan mengeluh sakit. Badan pelajar asal Kampung Kaduranca, Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang itu terserang demam. “Hari Kamis (19/7), saya dikabarkan, siswa sakit panas,” kata Mustafa.

Mustafa kemudian memerintahkan kakak kelas korban memberikannya obat penurun demam. “Kebetulan saya baru pulang dari Jakarta. Saya dapat kabar ada yang demam. Saya bilang, udah dikasih obat belum (bertanya kepada siswa pendamping-red)? Katanya sudah. Setelah itu saya langsung pulang,” ucap Mustafa.

Pada Kamis (19/7) malam, Farhan dijemput oleh orangtuanya dan dibawa menuju salah satu rumah sakit di Kota Serang. “Saat mendaftar, kita sudah minta surat keterangan sehat. Tidak ada riwayat medis sakit dari Farhan,” tutur Mustafa.

Mustafa membantah terdapat kekerasan fisik oleh siswa senior kepada korban selama proses MOS. Sebab, serangan demam juga dialami rekan-rekan korban lain. “Saya cek siswa yang terkena demam, bukan cuma satu orang. Mungkin, karena badan berkeringat (aktivitas fisik-red) langsung masuk ruang ber-AC,” kilah Mustafa.

Namun, dia tidak membantah penerapan sanksi fisik kepada siswa yang melanggar disiplin sekolah. “Keliling lapangan atau push up. Kalau lihat fisik bugar lari 30-50 keliling. Kalau tidak bugar lari 10 keliling,” tutup Mustafa.

Pantauan Radar Banten, Minggu (22/7) siang, kediaman rumah korban yang berhadapan dengan kantor Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, itu sudah mulai terpasang bendera kuning sebagai tanda adanya anggota keluarga yang meninggal dunia. Sanak keluarga dan tetangga korban juga terlihat berdatangan mengucapkan bela sungkawa kepada orangtua korban.

Namun, saat hendak diwawancara, keluarga korban enggan memberikan keterangan. Termasuk, saat ditanya terkait penyebab dari kematian korban. “Nanti aja yah kang, kita masih dalam suasana duka,” kata seorang pria dari pihak keluarga korban yang enggan disebutkan namanya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Serang Kota AKP Richardo Hutasoit mengatakan, polisi belum menerima laporan dari keluarga korban siswa SMK Pelayaran Nusantara di Kota Serang tersebut. “Sejauh ini, informasi yang saya terima dari kanit laporannya belum ada,” ucap Richardo. (Merwanda-Rifat A/RBG)