Sejumlah siswa SMK Raden Umar Said (RUS) sedang membuat animasi di ruang RUS Studio belum lama ini. Dalam karyanya itu, para siswa mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp500 juta per bulan.

Mencetak generasi muda berprestasi yang siap bersaing dalam dunia kerja menjadi salah satu program PT Djarum lewat Djarum Bakti Pendidikan yang dijalankan Djarum Foundation.

Bagaimana cara atau pembinaan yang diberikan Djarum Foundation kepada para pelajar sekolah me nengah kejuruan (SMK) agar siap memasuki dunia kerja?. Nah, salah satu perwakilan Radar Banten berke sempatan melihat program tersebut secara langsung saat mendatangi salah satu sekolah binaan di Kabupaten Kudus yakni SMK Raden Umar Said (RUS) belum lama ini.

Selain SMK Raden Umar Said, tercatat ada 14 SMK lainnya di Kabupaten Kudus yang menjadi sekolah binaan Djarum Foundation. Di antaranya SMK Assa’ idiyyah, SMK Assa’idiyyah 2, SMK Duta Karya, SMK K Nusantara, SMK Lemuria, SMK Muhammadiyah, SMK Negeri 1, SMK Negeri 3, SMK NU Banat, SMK NU Ma’arif, SMK PGRI 1, SMK PGRI 2, SMK Taman Siswa, SMK Wisudha Karya. Dalam program ini, Djarum foundation menambahkan kurikulum kerja di dunia industri kreatif.

Tim Radar Banten mendatangi sekolah tersebut dalam rangka acara Cultural Visit Media Gathering 2018 yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan itu, SMK RUS mampu membuat para awak media yang hadir berdecak kagum. Pasalnya banyak fasilitas mumpuni yang siap mengakomodir para siswa. Di sekolah ini juga ada studio animasi yang bertaraf internasional.

Saking canggihnya peralatan dan fasilitas yang ada, studio ini diklaim setara dengan studio kelas Hollywood, seperti milik Walt Disney Production.

Saat diajak berkeliling, tampak sejumlah anak-anak SMK RUS tengah beraktivitas. Mereka terlihat serius namun enjoy dalam melakukan aktivitasnya itu. Dengan luas bangunan studio mencapai sekitar 15×30 meter, studio RUS mampu mengerjakan seluruh rangkaian proses pembuatan film animasi 3D, dimulai dari pembuatan naskah, storyboard hingga desain karakter. Bahkan pada bagian dalam terdapat ruangan kerja animator yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan canggih untuk animator profesional, seperti komputer, tablet grafis, dan printer 3D. Semua fasilitas ini digunakan untuk pengerjaan animasi dari pembuatan karakter, gambar yang bisa bergerak, hingga gambar yang sudah ditambahkan spesial efeknya.

Menuju lantai dasar yang merupakan studio gambar, peserta Cultural Visit Media Gathering 2018 dibuat takjub dengan tempat untuk menggambar storyboard di komputer. Sedangkan di lantai dua, terdapat ruangan tempat awal produksi dilakukan. Di tempat ini pula ada sejumlah siswa yang sedang menggambar potongan-potongan tubuh seperti muka, tangan, atau anggota badan lain sebagai bahan olahan animasi. Pengerjaannya dilakukan secara manual dengan menggunakan tangan. Tidak sampai di situ, studio ini juga memiliki visual effect studio dan sound studio. Sehingga, animasi yang sudah digabungkan, bisa dikemas agar terlihat lebih nyata yang ditambahkan dengan efek suara.

Menariknya lagi di ruang lain, ada rak kaca besar tinggi yang berisi jajaran action figure berbagai film animasi. Di antaranya Transformer, Spiderman, Dragonball, Mr. Bean, Batman, dan Avengers. Di lantai dua terdapat rak buku dengan koleksi buku komik tentang dunia animasi. Pokoknya serba animasi.

Program Director Djarum Bakti Pendidikan Primadi H Serad mengatakan, bahwasanya program ini baru diimplementasikan pada 2011 lalu. Bahkan dia menjelaskan, seni animasi dunia terus berkembang mengikuti perkembangan zaman yang serba digital. Indonesia diyakini bisa menjadi pusat industri animasi dunia karena memiliki keragaman budaya dan talenta kreatif berjumlah besar. ”Nah melalui program ini, dibutuhkan sistem pendidikan yang dapat menciptakan peluang bagi generasi muda Indonesia membangun industri animasi di negeri sendiri,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Djarum Foundation bersama dengan Autodesk dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation mendirikan satu bangunan studio beserta kurikulum kejuruan animasi di SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah itu. ”Meski baru berjalan selama tujuh tahun, karya para siswa SMK RUS berhasil diterima kalangan industri. Dari penjualan karya animasi, RUS Studio mampu memperoleh pendapatan mencapai Rp500 juta per bulan,” jelasnya.

Primadi menuturkan, saat ini, jumlah siswa yang bersekolah di SMK RUS mencapai 110 orang. Jumlah ini memang tidak terlalu banyak karena setiap tahun sekolah ini hanya menerima 35 siswa saja. Sekarang, pihaknya lebih mengutamakan siswa asli Kudus untuk menikmati program ini.

”Kamai hanya menerima 40 persen saja kesempatan bagi siswa di luar Kabupaten Kudus. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan keterampilan siswa asli Kudus terlebih dahulu sebagai daerah asal kami. Siapa tahu ke depannya ada kesempatan yang lebih besar bagi siswa di luar Kudus. Hal itu tidak tertutup kemungkinan,” paparnya.

Sedangkan untuk syarat bisa masuk ke SMK RUS antara lain calon siswa diwajibkan mengikuti seleksi bakat dan pengetahuan umum. Jika hasilnya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, calon siswa diwajibkan memenuhi persyaratan dan dokumen yang ditetapkan. Selain itu, calon siswa juga dikenakan pembayaran uang gedung Rp5 juta dan iuran pendidikan sebesar Rp300 ribu setiap bulannya.

Sekolah ini juga menerapkan proses pembelajaran yang merupakan kombinasi dari normatif, adaptif, dan produktif. Belum lagi tambahan fasilitas lain seperti ruang santai, ruang game, dan ruang fitness. Faktor inilah yang menyebabkan para siswa menjadi betah berlama-lama di sekolah.

Dan untuk menjawab tantangan tersebut, Djarum Foundation bersama dengan Autodesk dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation mendirikan satu bangunan studio beserta kurikulum kejuruan animasi di SMK Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah itu. ”Meski baru berjalan selama tujuh tahun, karya para siswa SMK RUS berhasil diterima kalangan industri. Dari penjualan karya animasi, RUS Studio mampu memperoleh pendapatan mencapai Rp500 juta per bulan,” jelasnya.

Primadi menuturkan, saat ini, jumlah siswa yang bersekolah di SMK RUS mencapai 110 orang. Jumlah ini memang tidak terlalu banyak karena setiap tahun sekolah ini hanya menerima 35 siswa saja. Sekarang, pihaknya lebih mengutamakan siswa asli Kudus untuk menikmati program ini.

”Kamai hanya menerima 40 persen saja kesempatan bagi siswa di luar Kabupaten Kudus. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan keterampilan siswa asli Kudus terlebih dahulu sebagai daerah asal kami. Siapa tahu ke depannya ada kesempatan yang lebih besar bagi siswa di luar Kudus. Hal itu tidak tertutup kemungkinan,” paparnya.

Sedangkan untuk syarat bisa masuk ke SMK RUS antara lain calon siswa diwajibkan mengikuti seleksi bakat dan pengetahuan umum. Jika hasilnya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan, calon siswa diwajibkan memenuhi persyaratan dan dokumen yang ditetapkan. Selain itu, calon siswa juga dikenakan pembayaran uang gedung Rp5 juta dan iuran pendidikan sebesar Rp300 ribu setiap bulannya. Sekolah ini juga menerapkan proses pembelajaran yang merupakan kombinasi dari normatif, adaptif, dan produktif. Belum lagi tambahan fasilitas lain seperti ruang santai, ruang game, dan ruang fitness. Faktor inilah yang menyebabkan para siswa menjadi betah berlama-lama di sekolah.

Informasi tambahan, salah satu misi dari Djarum Foundation adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Pada 1963, yayasan ini pertama kali memulai inisiatif pendidikan dengan membangun dan merenovasi sejumlah sekolah di kota Kudus. Program pendidikan yang menjadi fokus Djarum Foundation saat ini adalah program perbaikan SMK di area Kudus, yang pertama kali dilakukan pada 2011. (Ade Maulana)