Siswa SMPN 3 Rangkasbitung Ditemukan Tewas di Atas Truk

Sejumlah siswa SMPN 3 Rangkasbitung bertakziah ke rumah rekannya Hendrik Maulana Putra yang meninggal di atas truk, di Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Selasa (27/3).

RANGKASBITUNG – Hendrik Maulana Putra, siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Rangkasbitung, ditemukan tewas di atas truk ekspedisi Putra Bungsu dengan nomor polisi B 9232 QC di Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, pada Senin (26/3) sekira pukul 16.10 WIB. Hingga kemarin sore, belum diketahui penyebab kematian siswa asal Lebak tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, Hendrik dan tiga rekannya naik truk ekspedisi tersebut di depan Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro, Rangkasbitung. Tiga rekannya turun di Lembur Sawah, sedangkan Hendrik tetap di atas truk dan terbawa ke Batu Ceper, Tangerang. Tiga rekan Hendrik mengaku berupaya menghentikan laju truk, tetapi sopir Suadi tidak mendengar permintaan dari tiga rekannya di SMPN 3 Rangkasbitung tersebut.

Di Flyover Taman Cibodas di Jalan Gatot Subroto, truk kembali dihentikan sekelompok remaja yang ingin menumpang. Truk berhenti dan menaikkan beberapa orang remaja tersebut. Para remaja tersebut kemudian meminta berhenti di depan PT Bintang Mas dan memberitahu Suadi bahwa ada anak sekolah yang tidak sadarkan diri di atas bak truk. Suadi kemudian melakukan pengecekan dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jatiuwung.

Yanah, kerabat Hendrik, mengatakan, Hendrik merupakan putra dari pasangan Amin dan Sukmariah. Pihak keluarga tidak menduga Hendrik meninggal dunia di atas truk. Apalagi, ada informasi anak tersebut dicekoki minuman sebelum naik ke atas truk yang ditumpanginya. “Saya minta kepolisian mengusut tuntas kasus kematian Hendrik. Pokoknya harus tuntas,” kata Yanah kepada wartawan, kemarin.

Sampai sekarang, Yanah dan keluarga tidak mengetahui penyebab kematian warga Kampung Lembur Sawah, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung. “Keluarga sudah memakamkan korban di pemakaman umum di Kampung Lembur Sawah tadi pagi,” ujarnya.

Kepala SMPN 3 Rangkasbitung Tito Sutanto membenarkan, Hendrik Maulana Putra merupakan siswa SMPN 3 Rangkasbitung. Setelah mengetahui korban meninggal merupakan siswanya, Tito langsung menghubungi keluarga dan menjemputnya ke Tangerang. “Iya, benar siswa SMPN 3 Rangkasbitung. Kejadiannya di luar jam sekolah,” ungkapnya.

Tito mengungkap, keluarga korban melarang tim medis rumah sakit umum Tangerang mengautopsi jenazah Hendrik. Tim medis kemudian hanya melakukan visum luar dan memberikan keterangan Hendrik meninggal dunia akibat sakit. “Sehari-hari Hendrik dikenal sebagai sosok yang baik. Dia tidak pernah macam-macam di sekolah atau terdengar ribut dengan rekannya,” katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Zamrul Aini mengaku, pihaknya masih mendalami kasus kematian siswa kelas VIII tersebut. “Kita pun belum tahu penyebab kematian korban. Sekarang masih dalam penyelidikan,” jelasnya. (Mastur/RBG)