Siswi Cerdas yang Dibegal Itu Trauma

0
506 views

SERANG – Hani Wulan Safira (16) mengalami trauma akibat kasus pembegalan yang dialaminya di Jalan Nagreg, Desa Melati, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, pada Selasa (17/1). Siswi kelas IX MTs Miftahul Hayat itu telah pulang dari RS Panggungrawi, Kota Cilegon, kemarin (18/1). Namun, dia enggan menerima wartawan.

Di rumah orangtuanya, di Kampung Gurait, RT 05 RW 02, Desa Melati, Radar Banten sebenarnya diizinkan untuk menemui Hani. Dia berada di ruang televisi, tetapi enggan menemui Radar Banten.

“Enggak mau mah, enggak mau masuk koran,” katanya kepada ibu kandungnya, Sabihah (45).

Sabihah mengakui jika Hani masih trauma atas kejahatan yang menimpanya. Ketika diminta keterangan oleh polisi pun, lanjut Sabihah, Hani menjawab dengan ragu-ragu.

“Saya sebenarnya enggak tahu persis kejadiannya. Yang saya tahu, pas kejadian disuruh turun (dari sepeda motor yang dikendarai Hani, Honda BeAT warna merah putih A 4196 HU-red) sama pelaku dengan mengangkat golok,” ujar Sabihah. “Namanya juga musibah, yah kita sabar aja. Sekarang sih dia (menyebut Hani-red) nangis aja, enggak tahu nangis (karena-red) sakit, apa malu ditengok. Tadi juga banyak yang nengok. Guru-guru sekolahnya, sama temannya,” tutur Sabihah

Menurut wanita paruh baya ini, Hani merupakan siswi cerdas di sekolahnya. Ada foto Hani ketika menerima hadiah dari mantan Gubernur Banten Rano Karno di dinding ruang tamu. “Itu foto juara satu cerdas cermat tingkat provinsi. Saya lupa, tahun 2015 atau 2016, soalnya dua kali dia dapat,” tutur Sabihah.

Rubiha (45), istri Kepala Desa Melati, yang juga menengok Hani membenarkan jika korban merupakan anak yang cerdas. “Juara terus, anak paling pintar,” katanya.

Ruas Jalan Nagreg, diakui Rubiha, tidak rawan begal. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan kebiasaan Hani yang setiap hari melalui jalan itu ketika berangkat dan pulang sekolah. “Karena banyak panglong, orang nyawah, jarang ada kejadian. Mungkin karena saat itu sepi banget jalannya, dan Hani sudah diincar,” tuturnya.

Tadi malam, Kapolsek Waringinkurung Ajun Komusaris Polisi (AKP) Mulyadi mengatakan, pihaknya masih bekerja keras mengungkap kasus pembegalan yang menimpa Hani. “Ya pokoknya kami masih kerja keras, kerja dulu. Nanti, kalau sudah ketangkap akan kita kasih tahu,” pungkasnya via WhatsApp. (Haris/Radar Banten)