Siti Aisyah Didakwa Pembunuhan dengan Persekongkolan

0
581 views
Siti Aisyah dikawal petugas kepolisian Malaysia saat menghadiri persidangan di Mahkamah Majistret Sepang. FOTO: MOHD RASFAN / AFP PHOTO

SEPANG – Siti Aisyah (25) menjalani persidangan pertama di Mahkamah Majistret Sepang, Malaysia, kemarin (1/3) pagi. Pada sidang yang juga dihadiri perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur itu dibacakan dakwaan terhadap Aisyah oleh Jaksa Penuntut Umum Muhamad Iskandar bin Ahmad.

Aisyah didakwa telah bersekongkol dengan empat pria WN Korea Utara untuk membunuh Kim Jong-nam di KLIA2, Senin (13/2). “Dan atas kesalahan tersebut, Anda didakwa pasal 302 (pembunuhan) bersama seksyen 34 (persekongkolan),” kata Iskandar membacakan dakwaan Aisyah. Dengan pasal itu, Aisyah terancam hukuman gantung.

Seorang penerjemah yang berada di sebelah Aisyah pun dengan sigap menerjemahkan dakwaan dalam bahasa Melayu itu ke dalam bahasa Indonesia agar bisa dimengerti oleh Aisyah. Wanita asal Kampung Rancasumur, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang yang agak pucat ini sempat melakukan pembelaan. Dia sempat menggelengkan kepala karena merasa tidak melakukan hal yang dituduhkan kepadanya.

Anak pasangan dari Asriya dan Benah ini lalu meminta kasus yang menimpanya itu disidangkan sesuai dengan hukum yang berlaku. Atas permintaan Aisyah itu, JPU meminta waktu selama 1,5 bulan untuk mempelajari berkas dan bukti-bukti hasil investigasi pihak kepolisian sebelum menggelar sidang selanjutnya.

Tim pengacara Aisyah yang dipimpin oleh Gooi Soon Seng mengatakan, sidang Aisyah selanjutnya akan digelar pada 13 April 2017 di Mahkamah Majistret Sepang untuk selanjutnya dilimpahkan ke Mahkamah Tinggi Shah Alam. “Kasus pembunuhan tidak akan disidangkan di mahkamah rendah. Tetapi akan dipidahkan ke mahkamah tinggi. Setelah itu, kami baru dapat dokumen-dokumen (hasil investigasi),” ungkap Gooi.

Dalam persidangan itu juga, Gooi mengajukan ‘gag order’ kepada mahkamah. Gag order merupakan permohonan yang diajukan agar penyidik, para saksi, dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyidikan untuk tidak mengeluarkan komentar apa pun terkait kasus itu. “Permohonannya sudah diterima mahkamah. Itu kami ajukan untuk melindungi hak dia (Aisyah) menjalani pengadilan,” tuturnya.

Tidak ingin main-main, KBRI Kuala Lumpur menunjuk lima pengacara sekaligus untuk menyelesaikan kasus Aisyah.

Kepala Urusan Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin mengatakan, ini merupakan kasus yang tidak mudah. Penyelesaiannya pun butuh waktu yang tidak sebentar. Setelah mendengarkan dakwaan terhadap Aisyah, KBRI Kuala Lumpur dan tim pengacara akan kembali bertemu untuk membahas strategi yang akan mereka ambil untuk meng-counter tuduhan tersebut. “Ini kan proses. Mereka (jaksa) boleh sampaikan hal seperti itu (dakwaan). Tapi kami akan membuktikan sambil proses pengadilan berjalan,” tutur Andreano.

Andreano menambahkan, berdasarkan informasi, tim pengacara baru bisa bertemu dengan Aisyah pada minggu depan. Mereka akan membahas langkah apa saja yang akan dilakukan sebagai persiapan sidang lanjutan 13 April 2017. “Pengacara yang kami siapkan adalah pengacara yang paham betul kasus tersebut dengan baik,” ungkapnya.

Dalam persidangan yang hanya berlangsung tujuh menit itu, Andreano mengaku tidak bisa banyak berinteraksi dengan Aisyah. Penjagaan yang begitu ketat menjadi salah satu alasannya. Aisyah memasuki ruang sidang lewat pintu khusus. Saat memasuki ruang sidang pun, pengawalan terhadap Aisyah cukup ketat. Dia dikawal tiga petugas polisi. Di area luar gedung mahkamah pun, penjagaan sangat ketat.

Saat Aisyah selesai menjalani sidang, tim KBRI terlihat curi-curi bicara kepada Aisyah. Pada kesempatan yang hanya berlangsung beberapa menit itu, tim KBRI Kuala Lumpur menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapakan lima pengacara untuk membela Aisyah. “Kami juga meminta Aisyah untuk jaga kesehatan karena prosesnya cukup lama. Dan kami ingatkan juga untuk tetap salat,” paparnya.

Setelah diserahkan oleh pihak kepolisian ke mahkamah dan dimulainya proses persidangan, Aisyah dipindahkan dari rumah tahanan di Balai Polis Cyberjaya ke penjara khusus perempuan Kajang di Selangor.

Doan Thi Huong pun mendapat dakwaan yang sama. Perempuan asal Vietnam itu juga akan menjalani sidang lanjutan pada 13 April 2017 di tempat yang sama. Per kemarin, Doan juga dipindahkan dari rumah tahanan Balai Polis Cyberjaya ke penjara khusus perempuan Kajang di Selangor. (JPG/Radar Banten)