Siti Aisyah Dikabarkan ‘Dilatih’ di Tiongkok

0
517 views
Paspor atas nama Siti Aisyah yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Aisyah kini ditahan Polisi Diraja Malaysia atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan Kim Jong-nam. Foto: JawaPos.Com/istimewa

DARI Malaysia, spekulasi mengenai posisi Doan Thi Huong dan Siti Aisyah menjadi agen Korea Utara (Korut) terus berkembang. China Press bahkan melaporkan bahwa Aisyah sempat tinggal di Tiongkok sebelum pembunuhan Senin lalu. China Press menyebutkan, dua perempuan itu tinggal di Tiongkok selama 1-3 bulan untuk mempelajari sosok seorang laki-laki.

Selama tinggal di Tiongkok itu juga, mereka diduga berkenalan dengan empat lelaki misterius yang meminta mereka mengerjai seseorang di bandara sebagai lelucon. Di sana juga mereka diketahui berlatih berkali-kali untuk mengejutkan seorang lelaki hingga mahir.

Hingga akhirnya mereka benar-benar menyemprotkan sebuah cairan racun kepada seorang pria hingga tewas pada Senin (13/2) di Bandara Kuala Lumpur. Belakangan terungkap pria itu bukan orang sembarangan. Dia adalah kakak tiri dari pemimpin besar Korut Kim Jong-un.

Berdasar laporan China Press, Aisyah maupun Doan mungkin bukan agen intelijen Korea Utara. Mungkin mereka diperdaya jaringan intelijen untuk melakukan pembunuhan tersebut.

Ibu dari Siti Aisyah, Benah menujukkan foto Siti Aisyah di rumahnya, Kp. Ranca Sumur, Pabuaran, Serang, Jumat (17/2). (IMAM HUSEIN/JAWA POS)

Doan ditangkap Polisi Diraja Malaysia pada Rabu (15/2). Dikutip dari Malay Mail Online, sebelum ditangkap, Doan ternyata sempat menginap di tiga hotel berbeda di kawasan Sepang. Dari staf di tiga hotel tersebut diketahui, pemegang paspor Vietnam itu kerap melakukan komplain atas pelayanan hotel.

Terkait dengan jenazah Kim Jong-nam, sampai saat ini, jenazah masih ditahan pihak Malaysia. Jenazah Jong-nam masih akan ditahan pihak Malayisa sampai keluarga Jong-nam datang membawa sample DNA. Selama syarat tersebut belum dipenuhi, Malaysia tidak akan menggubris permintaan Korea Utara.

Kepada AFP, Kepala Polisi Selangor Datuk Abdul Samah Mat menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada anggota keluarga atau keturunan Jong-nam yang datang untuk mengidentifikasi jenazah kakak tiri pemimpin Korea Utara itu.

“Kami membutuhkan sample DNA dari keluarganya untuk dicocokkan dengan profil jenazah tersebut,” katanya kemarin (17/2). “Korea Utara memang sudah mengajukan permintaan. Tapi, sebelum kami mengeluarkan jenazahnya, kami harus mengidentifikasi dulu siapa sebenarnya jenazah tersebut,” terangnya. (byu/bay/bil/ang/JPG)