Siti Aisyah Minta Surati Keluarga

23 Hari Sidang dengan 30-40 Saksi

0
763 views
DIKAWAL: Polisi Diraja Malaysia mengawal mobil yang ditumpangi Siti Aisyah setelah menjalani persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam di Shah Alam, Kuala Lumpur, Jumat (28/7). Siti Aisyah terlibat atas dugaan melakukan pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. FOTO: MOHD RASFAN /AFP FOTO

JAKARTA – Terdakwa pada kasus pembunuhan Kim Jong-nam, Siti Aisyah (25), kembali menjalani sidang, kemarin (28/7). Kali ini, sidang berlangsung di Pengadilan Tinggi Shah Alam. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, pada sidang yang berlangsung selama 20 menit itu, jaksa penuntut umum (JPU) menyampaikan salinan alat-alat bukti kepada tim pengacara.

“Inti sidangnya memang penyampaian alat bukti oleh JPU. Masih ada alat bukti lainnya yang disusulkan,” kata pria yang akrab disapa Tata itu pada sesi press briefing di kantor Kementerian Luar Negeri, kemarin (28/7).

Dalam sidang itu juga, hakim memutuskan bahwa Aisyah bersalah dan harus menjalani persidangan di Pengadilan Tinggi mulai awal Oktober. Tata mengatakan, berdasarkan keputusan hakim, sidang akan berlangsung cukup lama. Yakni, selama 23 hari. “Sidang baru dimulai Oktober karena tim pengacara butuh waktu untuk mempelajari alat-alat bukti itu,” ungkap Tata.

Tata menambahkan, sidang berlangsung cukup lama karena JPU telah menyiapkan 30 sampai 40 saksi yang akan dihadirkan pada sidang-sidang selanjutnya. Sidang Aisyah akan dilaksanakan pada 2-12 Oktober, 24-26 Oktober, 6-9 November, 13-16 November, dan 27-30 November. Menghadapi keputusan hakim, Aisyah yang berasal dari Kampung Rancasumur, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, itu cukup stres.

Wakil Duta Besar Andreano Erwin mengatakan bahwa Aisyah yang menghadiri persidangan dalam balutan baju kurung melayu cukup stres saat mengetahui kasusnya harus bergulir berbulan-bulan di Pengadilan Tinggi. Itu artinya, masa penahanannya akan semakin lama. ”Dia sudah ditahan selama tiga bulan. Dan, sekarang dia harus menjalani sidang panjang selama berbulan-bulan,” katanya seperti dilansir Free Malaysia Today.

Dia menambahkan, siapa saja yang berada dalam situasi seperti Aisyah, dalam serba ketidakpastian, tentu akan merasakan tekanan tersendiri. Hal itu juga yang kemudian membuat Aisyah merasa stres.

Terkait dengan permintaan khusus Aisyah, Andreano mengatakan, Aisyah tidak meminta sesuatu yang khusus kecuali menyampaikan sebuah surat kepada keluarganya beberapa waktu lalu. Selain itu, Aisyah tidak mengajukan permintaan apa pun. Setelah menyampaikan surat tersebut, KBRI Kuala Lumpur juga membantu Aisyah untuk berkomunikasi lewat telepon dengan keluarganya.

Berdasarkan catatan Radar Banten, dari keterangan Asriya, ayah kandung Siti Aisyah, Siti Aisyah dikenal sebagai anak yang baik dan tidak pernah berperilaku tidak senonoh kepada keluarganya. Oleh karena itu, keluarga Asriya merasa kaget saat mendengar kabar anaknya terlibat dalam kasus pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara itu.

Siti Aisyah (24) yang merupakan bungsu dari empat bersaudara sempat menikah dengan warga Jakarta dan dikaruniai satu anak. Tak lama kemudian Siti bercerai dengan suaminya. “Cerainya sudah lama, sejak lima tahun yang lalu,” kata Asriya kepada awak media pada 17 Februari 2017.

Seperti diketahui, Siti Aisyah ditangkap Kepolisian Diraja Malaysia karena terlibat pembunuhan Kim Jong-nam di Malaysia. Sebelum Siti, kepolisian Malaysia juga menangkap seorang pria berkebangsaan Malaysia. Pria itu digadang-gadang sebagai orang yang memiliki kedekatan dengan Siti selama tinggal di Negeri Jiran.

Namun, kedekatan Siti dengan pria asal Malaysia itu tidak diketahui oleh kedua orangtuanya. Asriya mengaku keluarganya hanya mengetahui Siti sudah bekerja di Malaysia pada salah satu perusahaan konveksi. “Kami tidak tahu apa-apa, semuanya gelap, kita di sini saja jadi enggak tahu apa-apa,” tutur Asriya.

Dikatakan Asriya, keluarganya terakhir kali bertemu dengan Siti pada 21 Januari lalu saat Siti pulang ke kampung halamannya. Pada saat pulang, Siti tidak banyak cerita kepada keluarganya. “Dia cuma bilang sudah kerja di Malaysia, itu saja,” katanya.

Sejak ditangkap dan diamankan polisi Diraja Malaysia, hingga kini Aisyah belum diperbolehkan bertemu dengan pihak keluarganya. (JPG)