Siti Aisyah: Saya Baik-baik Saja di Tahanan

0
577 views
DIKUNJUNGI TETANGGA: Rumah Siti Aisyah di Kampung Ranca Sumur, Pabuaran, Kabupaten Serang, terlihat ramai, Jumat (17/2). FOTO: IMAM HUSEIN/JAWA POS/JPG

CYBERJAYA – Siti Aisyah (25) terlihat sehat saat menemui perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dan tim pengacara di Balai Polis Cyberjaya, Malaysia, Sabtu (25/2). Aisyah juga sempat menangis karena bisa bertemu dengan tim dari KBRI. Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Urusan Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Andreano Erwin sesaat setelah bertemu dengan Aisyah. Menurut Andreano, secara fisik Aisyah terlihat sehat.

“Dia bisa menjawab segala sesuatu yang kami tanyakan dengan baik. Kami juga tidak melihat secara fisik apakah yang bersangkutan terpengaruh (VX Nerve Agent) atau tidak,” kata Andreano kepada wartawan.

Dari 30 menit waktu yang diberikan polisi, Andreano mengatakan pihaknya betul-betul memanfaatkan momen itu. Selain bertanya mengenai kondisi Aisyah, perwakilan Indonesia juga melakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan apakah yang mereka temui betul Aisyah. Secara fisik, kata Andreano, Aisyah yang mereka temui memang betul Aisyah yang ada di paspor.

Data biometrik Aisyah pun direkam untuk selanjutnya dicocokkan. Andreano mengatakan bahwa hal tersebut krusial dilakukan. Yakni, untuk menentukan apakah paspor yang digunakan adalah paspor asli. Kedua, apakah antara paspor dan pemegangnya adalah orang yang sama. Data yang sudah direkam tersebut langsung dikirim ke Jakarta untuk diverifikasi dan dicocokkan dengan data yang dimiliki Imigrasi.

“Hasilnya, dari data paspor lama, paspor sekarang, dan data yang diambil tadi, ditemukan kemiripan yang sangat tinggi. Dan bisa dipastikan bahwa itu orang yang sama,” katanya.

Aisyah juga menyampaikan pesan untuk keluarganya di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Andreano mengatakan, Aisyah berpesan agar keluarganya menjaga kesehatan. “Untuk Abah sama ibunya, jaga kesehatan. Jangan sakit. Saya sehat-sehat saja di sini,” tutur Andreano menirukan perkataan Aisyah. Keluarga memang punya hak untuk bertemu dengan Aisyah dan KBRI pun jika diperlukan akan membantu keluarga untuk bertemu dengan Aisyah.

Pada kesempatan yang sama, kata Andreano, Aisyah juga menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Menurut Andreano, Aisyah mengaku bahwa dia sama sekali tidak tahu apa yang dilakukannya itu merupakan bagian dari aksi pembunuhan. Dia juga tidak tahu bahwa cairan seperti baby oil yang digunakannya adalah racun yang disebut-sebut sebagai VX Nerve Agent. “Dia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Dia hanya mengatakan bahwa seseorang menyuruhnya untuk melakukan itu,” katanya.

Dia hanya tahu bahwa dia melakukan itu untuk reality show di televisi dan dibayar RM400 atau sekitar Rp1,2 juta. Ditanya mengenai orang yang telah menyuruhnya melakukan aksi tersebut, Aisyah menyebut nama yang sangat umum. “James dan Chang. Dia tidak tahu nama asli orang tersebut. Dia juga tidak tahu orang itu warga negara mana. Seperti Jepang atau Korea. Tidak pasti,” ucapnya.

Terkait dengan langkah yang akan diambil selanjutnya, Andreano menjelaskan bahwa pihaknya akan menunggu proses yang akan dilakukan kepolisian Malaysia dalam penyelidikan kasus tersebut. Nasib Aisyah baru akan bisa dipastikan setelah masa tahanannya selesai pada 1 Maret mendatang. “Pada tanggal terakhir itu, pihak kepolisian semestinya akan menyampaikan tuntutan atau membebaskan yang bersangkutan apabila bukti-bukti menyatakan sebaliknya,” tuturnya.

Soal pasal yang akan dikenakan pada Aisyah, Andreano menuturkan, sejauh ini belum ada pembicaraan ke arah sana. Menurutnya, pengacara yang akan menanganinya. “Saya rasa minggu depan kita mungkin bisa mengetahui charge apa yang akan dikenakan jika memang dia bersalah. Atau sebaliknya, jika tidak bersalah, dia akan bebas,” terangnya.

Meninggal dalam 15-20 Menit

Sementara itu, racun VX yang diduga dipakai Aisyah untuk membunuh Kim Jong-nam disebut-sebut seribu kali lebih mematikan ketimbang sianida. Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam mengatakan bahwa tidak butuh waktu lama untuk racun tersebut bereaksi dengan tubuh. Dengan dosis tertentu, racun tersebut bisa mematikan seseorang dalam hitungan menit. Untuk kasus Kim Jong-nam, Subramaniam mengatakan bahwa sejak memapar tubuh hingga akhirnya menewaskan Kim Jong-nam hanya butuh waktu 15-20 menit.

“Reaksinya sudah terlihat di awal. Dia sempat pingsan di klinik dan akhirnya meninggal di ambulans menuju rumah sakit,” ungkap Subramaniam kepada wartawan di Institut Pengaturan Kesihatan, Kuala Lumpur, Malaysia, kemarin (26/2).

Subramaniam percaya bahwa racun yang memapar tubuh Jong-nam punya dosis yang cukup tinggi. Hanya butuh sepuluh miligram VX untuk bisa membunuh. Jika melihat reaksi racun tersebut hingga akhirnya membuat kakak (beda ibu) pemimpin tertinggi Korea Utara Kong Jong-un itu tewas, Subramaniam yakin jumlah racun yang terserap tubuh lebih dari sepuluh miligram. Meresap melalui kulit dan bereaksi dengan begitu cepat. Beberapa menit saja sudah menimbulkan gejala.

“Dengan dosis yang sangat tinggi, reaksinya pun akan sangat cepat ke seluruh tubuh. Ke jantung, paru-paru, dan yang lainnya. Dan sangat menyakitkan,” terang Subramaniam.

Reaksi terhadap racun pun dialami Siti Aisyah tertuduh dalam kasus pembunuhan tersebut. Menurut Kepala Polisi Selangor Datuk Abdul Samah Mat, Aisyah mengaku sempat muntah di dalam taksi saat dia meninggalkan bandara setelah bereaksi. Namun, saat ini, kondisinya baik-baik saja. Menurut Abdul, butuh lebih banyak tes lagi untuk bisa memastikan apakah Aisyah dan Doan Thi Huong diberi penawar agar racun tersebut tidak membunuh mereka.

Dengan efek yang begitu mematikan, Kementerian Kesehatan Malaysia, pihak kepolisian, dan pihak bandara melakukan pemeriksaan di beberapa lokasi di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 yang menjadi tempat kejadian. Puluhan petugas mengenakan pakaian hazmat (hazardous material) terlihat berada di area bandara untuk menemukan jejak VX. (JPG/Radar Banten)