Siti Aisyah Terancam Dihukum Gantung

0
528 views
Siti Aisyah. Foto: Facebook

KUALA LUMPUR – Nasib Siti Aisyah (25) di ujung tanduk. Perempuan asal Kampung Rancasumur, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, yang dituduh terlibat komplotan pembunuhan Kim Jong-nam harus bersiap menghadapi ancaman hukuman gantung. Setelah menjalani proses investigasi, berkas perkara Aisyah kini sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

Hal tersebut dibenarkan Jaksa Agung Malaysia Mohamed Apandi Ali. ”Sudah diterima dan (mereka) akan didakwa di Pengadilan Sepang besok pagi (hari ini-red). Insya Allah,” kata Apandi seperti dilansir Berita Harian, Selasa (28/2).

Apandi menambahkan, dari berkas-berkas hasil investigasi polisi yang sudah diserahkan ke pengadilan, dia bisa memastikan bahwa Aisyah dan Doan Thi Huong (asal Vietnam) akan dikenakan pasal 302 tentang pembunuhan yang hukumannya adalah hukuman gantung. Aisyah dan Doan yang aksinya terekam dalam CCTV Bandara Kuala Lumpur dituduh telah melakukan pembunuhan dengan tangan kosong menggunakan racun berbahaya VX. Terpapar racun VX itulah kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un langsung tewas.

Terkait dengan hal tersebut, Kuasa Urusan Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur Andreano Erwin mengaku masih belum bisa berkomentar karena belum menerima pemberitahuan resmi. ”Kami dengar dari media seperti itu. Infonya juga begitu. Tapi, kalau belum ada resminya, bagaimana kami mau kasih komentar,” kata Andreano saat ditemui di KBRI Kuala Lumpur, kemarin (28/2).

Andreano menyayangkan sikap Malaysia yang lebih suka berbicara langsung ke media sebelum memberikan pemberitahuan resmi ke pihak terkait. Dalam hal ini KBRI Kuala Lumpur sebagai perwakilan Indonesia. ”Saya juga enggak tahu ya kenapa begitu. Tapi mungkin masalah waktu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada pemberitahuan resminya,” ucapnya.

Terkait dengan lokasi penahanan Aisyah yang sempat dikabarkan sudah dipindahkan dari Balai Polis Cyberjaya, Andreano mengaku tidak mendapatkan informasi mengenai hal tersebut. Namun, katanya, jika masa penahanan 14 hari itu selesai, Aisyah memang sudah harus dipindahkan ke tempat lain. ”Statusnya kan sudah bukan tahanan polisi. Sudah dilimpahkan (ke kejaksaan),” tuturnya.

Soal proses pengadilan kasus yang menimpa Aisyah ini, Andreano mengatakan, prosesnya bisa lama. Hingga putusan bisa memakan waktu enam bulan hingga satu tahun. Hal tersebut dikarenakan sistem hukum yang berlaku di Malaysia memang agak berbeda dengan di Indonesia. ”Tergantung kelengkapan berkas-berkas oleh penuntut. Mudah-mudahan, karena dianggap high profile, jadi bisa cepat,” kata Andreano. (JPG/Radar Banten)