Siti Nurazizah Target Sejahterakan Warga dengan Program Setuju Ibu

0
339 views
Paslon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel Siti Nur Azizah-Ruhamaben berfoto bersama usai memaparkan program, di kantor pemenangan, Rawa Buntu, Serpong, Selasa (17/11).

SERPONG – Pemungutan suara dalam Pilkada Kota Tangsel kian dekat. Masing-masing calon dalam perhelatan ini, terus berupaya menggaet hati pemilih dengan usungan program unggulannya. Salah satunya, Paslon Nomor Urut Dua, Siti Nurazizah-Ruhamaben. Untuk memikat hati pemilih, paslon ini mengusung Program Setuju Ibu.

Kepada Tangerang Ekspres (Radar Banten Group) Siti Nurazizah memaparkan program unggulan ‘Setuju Ibu’ itu. Yakni sebagai program yang dibuat sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. “Di situasi pandemi ini, menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk menghadirkan program yang sesuai dengan situasi korona,” katanya, membuka obrolan, di kantor pemenangan paslon nomor urut dua di bilangan Rawa Buntu, Serpong, Selasa (17/11).

Dalam situasi pandemi, kata politisi yang merupakan putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin ini, pemerintah dan pemimpin harus hadir untuk melindungi masyarakat kelas bawah. Tentu kehadiran pemimpin dan pemerintah kota menjadi harapan untuk bisa memulihkan situasi, baik situasi kesehatan maupun ekonomi.

“Karena itu, kami mengusung program afirmatif, program keberpihakan kepada warga. Memberikan harapan kepada warga, sekaligus untuk memberdayakan,” kata dia.

Wasekjen Partai Demokrat ini, melanjutkan, program afirmatif tersebut adalah, tujuh program unggulan yang mereka tawarkan kepada warga. “Program itu kita namai, ‘setuju ibu’. Yaitu, semangat tujuh inisiatif bantuan utama,” paparnya.

Bantuan inisiatif untuk pemberdayaan itu, kata dia, sebagai perwjudan dari visi dan misi mereka dalam pencalonan di Pilkada Tangsel. Yaitu, sebagai bagian dari visi ‘Permata Tangsel’ yakni maju merata untuk kemajuannya untuk masyarakat Tangsel.

“Sebagai harapan baru bagi masyarakat, Tangsel perlu ada perubahan. Harus ada pemimpin yang amanah, visioner. Sehingga, membuat Kota Tangsel tidak hanya lebih maju, tapi menuju kota kelas dunia,” katanya.

Program setuju ibu tersebut, basisnya dari RW dan RT. Hal ini dibuat karena, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Program bantuan tersebut seperti, bantuan untuk 100.000 rumah warga terdampak covid. “Kami yakini, dampak covid terasa. Makanya, bantuan sembako, banyak diminati,” imbuh perempuan yang akrab disapa SNA ini.

Kemudian, dampak dari covid juga adalah banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan dan mata pencarian. Maka, dalam setuju ibu itu, pihaknya memprogramkan 10 ribu wirausaha baru. Kemudian, mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan bentuk memberikan satu ambulans untuk satu RW.

“Lalu, insentif RT dan RW 1 juta satu bulan. Ini karena RT/RW perlu mendapatkan penghargaan, sehingga bukan angka yang dinilai, tapi keberpihakan kita,” jelas SNA.

Selain itu, guna melibatkan masyarakat dalam pembangunan, pihaknya juga memprogramkan Rp 100 juta per tahun per RW. Dana ini, diberikan untuk mendorong inovasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan Kota Tangsel. “Bagaimana program itu bisa berjalan dan bisa sustainable atau berkelanjutan,” jelasnya.

Kemudian, akan dibuat juga program Rp 1 juta uang pembinaan buat setiap majelis taklim yang ada di Kota Tangsel. Hal ini dibuat agar sesuai dengan moto kota Tangsel yakni cerdas, modern, dan religius. Sehhingga, bagaimana pemerintah Tangsel memberi perhatian pada sektor itu.

“Guru ngaji, guru madrasah juga akan kita berikan insentif. Selama kami turun ke lapangan, program ini bisa diterima masyarakat,” turutnya. (rbnn/naf)