Situ Rawa Arum Cilegon Segera Direvitalisasi

0
108
Suasana ekspose laporan pendahuluan perencanaan teknis atau detailed engineering design (DED) revitalisasi Situ Rawa Arum yang digelar di kantor Dinas PUTR Kota Cilegon, Jumat (6/9). Foto: Bayu/Radar Banten

CILEGON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon segera melakukan normalisasi Situ Rawa Arum pada tahun ini. Kemarin (6/9), Dinas PUTR melakukan ekspose laporan pendahuluan perencanaan teknis atau detailed engineering design (DED) revitalisasi Situ Rawa Arum.

Ditemui usai ekspose, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUTR Kota Cilegon Ridwan menjelaskan, upaya revitalisasi akan dilakukan dengan cara melakukan normalisasi kedalaman situ, permukaan, serta pembangunan pagar pembatas.

Untuk normalisasi dan pembuatan pagar, Pemkot Cilegon telah menganggarkan Rp900 juta. “Pengambilan gulma supaya ini dikembalikan luas dan dalamnya, agar tidak dangkal,” ujar Ridwan kepada wartawan.

Ia melanjutkan, agar upaya normalisasi dan pembangunan pagar itu bisa segera dilakukan, saat ini Dinas PUTR sedang menggenjot penyusunan DED. Ridwan mengaku menargetkan penyusunan DED selesai pada September ini. “Untuk penyusunan DED anggarannya Rp180 juta,” kata Ridwan.

Disinggung terkait detail revitalisasi, Ridwan mengaku belum bisa menjelaskan karena pihaknya masih menerima masukan dari sejumlah elemen. Ia menilai upaya revitalisasi dimungkinkan lebih dari sekadar normalisasi dan pembangunan pagar.

Dijelaskan Ridwan, upaya normalisasi dilakukan pemerintah karena peran Situ Rawa Arum sangat besar, selain sebagai alternatif pariwisata, juga sebagai daerah resapan air. Revitalisasi pun dilakukan untuk melindungi aset dari klaim oknum tertentu. Terkait akses masuk yang belum ada hingga saat ini, Ridwan mengaku hal itu masih perlu pembahasan yang mendalam di internal pemerintah, karena itu ia belum bisa memberikan jawaban gamblang.

Sementara itu, Ketua LSM Gappura Banten Husen Saidan yang menghadiri ekspose menjelaskan, sebagai komponen masyarakat yang selama ini mengelola situ, upaya revitalisasi merupakan bentuk keseriusan pemerintah menjadikan Situ Rawa Arum sebagai ikon pariwisata di Kota Cilegon.

Menurutnya, selama ini perhatian terhadap situ yang berada di Kecamatan Grogol tersebut keluar dari masyarakat sekitar. “Tapi sebelum direvitalisasi saya minta luasan lahan situ ini perlu divalidasi karena masih belum ada kejelasan,” ujar Husen.

Dijelaskan Husen,  sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang resmi dari pemerintah terkait luasan situ tersebut. Padahal pemerintah harus melakukan validasi luasan untuk menentukan batas-batas antara lahan milik masyarakat dan lahan milik pemerintah. “Agar semuanya jelas,” tutur Husen.

Untuk diketahui, meski kerap digemborkan sebagai salah satu destinasi wisata, keberadaan Situ Rawa Arum saat ini belum tersentuh optimal oleh pemerintah. Hingga saat ini belum ada akses masuk yang resmi. Untuk bisa ke situ, masyarakat harus melewati tempat parkir truk besar milik swasta.

Kondisi situ pun terlihat tak keruan. Permukaan situ dipenuhi oleh tumbuh-tumbuhan liar. Eceng gondok dan semak belukar terlihat sejauh mata memandang. Tak jauh dari lokasi situ pun kini menjadi tempat pembuangan lumpur dari proyek pembangunan pabrik PT Lotte Chemical Indonesia. (bam/ibm/ags)