CILEGON – Skenario adegan rekonstruksi penyelundupan sabu sebanyak satu ton di Hotel Mandalika bertambah dari apa yang telah dipersiapkan dari hasil berita acara pemeriksaan.

Semula polisi menyebut ada 26 skenario adegan yang akan diperankan oleh tersangka dan saksi. Namun hingga rekonstruksi usai nyatanya sebanyak 36 skenario adegan yang dijalani.

“Rekonstruksi di dermaga eks Hotel Mandalika telah selesai. Awal kita skenariokan ada 26 adegan, tapi ternyata setelah ada dilapangan berkembangan menjadi 36 adegan,” ujar Kasubdit 3 Direktorat Resere Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Bambang Yudhantara Salamun, Kamis (10/8).

Dijelaskannya, beberapa adegan yang terlewati dari dari hasil BAP lantaran para tersangka dan saksi telah lupa. Namun beberapa adegan itu bukanlah suatu hal penting yang dapat dikembangkan oleh polisi. “Apalagi saat kejadian itu malam hari, gelap. Itu bukanlah hal penting, kita cuma mencocokan saja bahwa kelompok yang di kapal dan kelompok yang di darat merekalah orangnya,” katanya.

Sebelumnya, diberitakan oleh Radar Banten Online Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 1 ton di Hotel Mandalika, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (10/8). Delapan orang tersangka yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Taiwan dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

Kasubdit 3 Direktorat Resere Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengungkapkan ada 26 skenario yang telah disiapkan untuk diperankan dalam rekonstruksi.

“Itu semua hasil pengembangan di lapangan, berdasarkan BAP. Rekonstruksi kita mulai dari awal saat tersangka melakukan pengecekan lokasi dan melihat situasi sampai akhirnya pemindahan barang dari kapal karet ke darat,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada tiga tersangka yang diperankan oleh anggota polisi lantaran ketiga orang tersebut kini berada di Taiwan dan telah ditahan oleh petugas negeri setempat. “Total ada 12 tersangka yang seluruhnya warga Taiwan. 8 orang diamankan di Indonesia, 1 orang tewas karena melakukan perlawan saat penangkapan. Dan 3 orang berada di Taiwan,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)