SMAN 2 Malingping Dibobol Maling

0
832 views
ILUSTRASI (PIXABAY.com)

MALINGPING – Ruang laboratorium SMA Negeri 2 Malingping di Kampung Pagenggang, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, dibobol maling, Selasa (24/3) sekira pukul 04.00 WIB. Sebanyak 16 unit komputer hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2019 itu raib digondol maling.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, para pencuri yang diduga lebih dari satu orang tersebut mencongkel pintu ruang laboratorium. Namun, kasus pencurian yang merugikan sekolah puluhan juta rupiah tersebut baru diketahui Ruhani, penjaga sekolah sekira pukul 17.45 WIB. Ruhani yang menyalakan lampu di ruang laboratorium, kaget lantaran belasan komputer yang disimpan di atas meja telah hilang.

Wakil Kepala SMAN 2 Malingping Aep mengaku informasi pencurian diketahuinya dari grup WhatsApp sekolah. Aep langsung bergegas ke sekolah untuk memastikan informasi pencurian 16 unit komputer yang akan digunakan untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 2020 itu.

“Setelah tiba di sekolah, saya langsung ke ruang laboratorium. Di sana, belasan komputer hilang digasak pencuri,” kata Aep kepada Radar Banten, kemarin (25/3).

Selanjutnya, pihak sekolah melaporkan kejadian pencurian tersebut ke Mapolsek Malingping dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Banten Wilayah Lebak. Anggota Polsek Malingping tiba di lokasi kejadian dan memasang garis polisi.

“Informasi dari penyidik, pencurian diduga dilakukan pada Selasa dini hari. Jumlah pencuri diduga lebih dari satu orang,” terangnya.

Aep mengungkapkan, di ruang laboratorium terdapat 40 unit komputer yang tersimpan rapi di atas meja. Sebanyak 20 unit komputer merupakan bantuan dari Dinas Dikbud Provinsi Banten pada 2018, sedangkan sisanya 20 unit komputer merupakan hibah dari Kemendikbud pada 2019. “Jadi, 16 unit komputer yang dicuri merupakan yang baru tiga bulan diterima sekolah dari Kemendikbud,” paparnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Malingping Komisaris Polisi (Kompol) Refir Manupura membenarkan aksi pencurian. “Sekarang kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus ini. Harapannya, pelaku dapat segera ditangkap,” katanya. (tur/nda/ags)