Soal Exit Tol, DPRD: Harus Bisa Buka Akses Ekonomi Baru

0
104

SERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten angkat bicara terkait rencana pengambil alihan jalan alternatif di tiga desa yang menjadi lokasi exit tol Serang-Panimbang oleh Pemprov Banten.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banten Thoni Fathoni mendukung rencana tersebut, menurutnya, adanya exit tol harus bisa membuka akses eknomi baru, dan itu perlu diwujudkan oleh Pemprov Banten.

“Kita sudah koordinasi, kita harapkan itu selesai selama dua tahun ini,” ujar Thoni saat dihubungi Radar Banten Online melalui sambungan telepon seluler, Senin (18/9).

Thoni menjelaskan, tiga exit tol yang berada di jalan alternatif tersebut berada di KM 10 yang bisa menghubungkan ke jalan provinsi menuju RSUD Banten. Selanjutnya di KM 19 yang bisa menyambungkan ke jalan Provinsi di Boru, Kota Serang. “Ini bagus sebagai akses dari Jakarta menuju kawasan pusat pemerintahan,” kata Thoni.

Ketiga yaitu di Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Untuk lokasi ini, dijelaskan Thoni jalur mengarah kedua darah, yaitu Labuan dan Munjul. Berdasarkan kajian DPRD Banten, lebih baik pemerintah mengambil alih arah Munjul. Tujuannya, untuk pengembangan wilayah selatan.

Terkait pengambil alihan jalan, menurutnya, Pemprov Banten harus sudah menyiapkan perencanaan skema pendanaan dan konstruksi. “Skema daya dukung anggaran untuk tahun 2018 dan 2019, yang kedua skema kegiatannya, termasuk alternatif konstruksi dan lain-lain. Saya kira arah tujuan dan alurnya harus bisa membuka akses ekonomi yang baru,’ kata Thoni.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan Radar Banten Online, menjadi lokasi salah satu exit Tol Serang-Panimbang, tiga jalan desa di Cikeusal dan Petir, serta di Pagelaran akan diambil alih oleh Pemprov Banten.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina. Menurutnya, peningkatan jalan desa menjadi jalan provinsi dilakukan untuk mendukung rencana pemerintah yang akan mengembangkan daerah di sepanjang exit Tol Serang-Panimbang sebagai pusat perekonomian masyarakat.

“Kita sudah mencoba membuat konsep transit oriented development, yang artinya adalah, sebuah model pusat pertumbuhan di setiap exit tol,” ujar Hudaya, Senin (18/9).

Hudaya menjelaskan, rencananya, pada jarak 40 kilometer dari pintu keluar tol, akan ditata untuk kepentingan zonasi yang akan digarap. Bisa zonasi komersial, perdagangan, industri, dan pemukiman. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)