Soal Info Hoax Penculikan Anak, LPA Minta Masyarakat Tetap Tenang

0
778 views
GRAFIS : ARYA BAYU/RADAR BANTEN

SERANG – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten angkat bicara terkait beredarnya informasi hoax tentang penculikan anak yang tersebar beberapa hari terakhir di Provinsi Banten.

Ketua LPA Provinsi Banten Iip Syafrudin berharap agar masyarakat untuk tidak ikut serta menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta menambahkan informasi tersebut dengan keterangan yang bisa membuat masyarakat lainnya paranoid dan merasa takut berlebihan.

Setidaknya, lanjut Iip, sudah ada tiga informasi hoax terkait penculikan anak yang terjadi di Banten. Pertama informasi tersebut terjadi di Bojonegara, Kabupaten Serang. “Tapi ketika ditelusuri lebih lanjut, laporan atau informasinya diurutin, ternyata tidak ada. Begitupun beberapa informasi lain. Dari Kasemen (Kota Serang), ternyata bukan dugaan penculikan. Cipocok (Kota Serang) pun masih sangat simpang siur, dan tidak ada penculikan. Tapi musibah meninggalnya satu balita karena dugaan kelalaian orangtua dalam mengawasi anak,” papar Iip kepada Radar Banten Online, Jumat (10/3).

Dan jika memang di lingkungannya diduga benar-benar ada kasus penculikan, baik anak sebagai pelaku dan atau korbannya, maka akan lebih baik lagi untuk melaporkan saja dulu, langsung kepada pihak-pihak terkait seperti RT/RW, kepolisian terdekat, dan juga melaporkan kepada LPA baik di Kabupaten Kota juga LPA Provinsi Banten.

“Kurang bijak rasanya, jika malah langsung di-upload di medsos (media sosial), tapi tidak memberikan solusi. Yang akhirnya malah membuat masyarakat bertambah paranoid dan resah,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Iip, LPA Banten mengimbau kepada setiap orang dewasa, perlu tetap waspada dan lebih memperhatikan anak-anaknya, agar kasus penculikan anak tidak terjadi.

“Pada setiap kesempatan sosialisasi promoting, preventif, kami tetap berusaha mengingatkan kepada masyarakat, agar tetap bisa menjaga, melindungi, memberikan perhatian kepada setiap anak-anak kita, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk dalam hal preventif kasus penculikan terhadap anak ini,” tandasnya. (Bayu)