SERANG – Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Serang Hafidzi ZA mengaku belum bisa memastikan penyebab, persoalan pencemaran sungai Cibanten yang dikeluhkan warga Kota Serang. Hafidzi mengaku pihaknya harus terlebih dahulu melakukan uji laboratorium.

“Nanti bisa untuk ditindaklanjuti, pengecekan dengan laboratorium. Nanti kita akan memerintahkan Wasdal (Pengawas Dampak Lingkungan) untuk me-monev ke lokasi tersebut,” ungkap Hafidzi kepada radarbanten.com, Senin (2/3/2015).

Baca: Komisi IV DPD Kota Serang Desak Penambangan Pasir Ditutup.

Dikatakan Hafidzi, gatal-gatal yang dikeluhkan warga, bisa juga terjadi oleh hewan yang, seperti bebek atau kerbau yang mandi di sungai tersebut.

“Kami tidak bisa mengatakan apapun sebelum melakukan pengecekan, limbah tersebut berasal dari mana, apakah dari aktivitas penggalian pasir yang dulu ditutup,” kata Hafidzi.

Diketahui sebelumnya, warga Kampung Tembong, Kelurahan Tembong Kecamatan, Cipocok Jaya, Kota Serang, keluhkan pencemaran pada aliran air sungai Cibanten yang diakibatkan aktivitas penambangan pasir di Desa Pancanegara Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang. (Fauzan Dardiri)