CILEGON – Latar belakang terjadinya insiden terlukanya karyawan PT Krakatau Posco Energy (KPE), M Lingga Winata (23) oleh senjata tajam mandau yang berada di tangan Presiden Direktur KPE Choi Young Lark, diduga bercanda. Dugaan tersebut disampaikan Kapolres Cilegon AKBP Anwar Sunarjo mengatakan, Selasa (10/2/2015). “Sebenarnya dari bercandaan, tapi (pelapor) terkena sedikit dan tergores. Lalu ia (korban) melapor,” ujarnya.

Baca: Ekspatriat Korea Diaporkan Aniaya Karyawan dengan Mandau.

Seperti yang tertuang dalam aduan pelapor ke pihaknya, kata Kapolres, hal itu berawal dari niat Choi Young Lark yang akan memberikan hadiah berupa pisau mandau kepada pelapor pada Kamis (5/2/2015) lalu. Melihat pisau itu berada dimeja Sutikno, rekan Lingga, Choi mengambil pisau itu untuk diberikan kepada Lingga seraya bercanda. Tanpa disadari ujung pisau mandau yang terhunus mengenai pinggang kiri Lingga dan mengakibatkan luka gores.

“Pisau (mandau) itu sebenarnya untuk hadiah, tapi karena untuk bercandaan malah terkena (pinggang Lingga) hingga akhirnya tergores,” tambahnya.

Kendati demikian, kata dia, karena hal itu sudah menjadi laporan polisi, maka pihaknya akan segera menindaklanjutinya. “Kita sudah menerima laporannya, secepatnya akan kita proses sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” katanya.

Dikatakan Kapolres, atas adanya insiden itu, terlapor akan diancam dengan pasal penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan atau pasal 351 KUHP.

Terpisah, Direktur SDM dan Umum PT Krakatau Posco Andi Soko Setiabudi, mengaku sempat mendengar kabar insiden yang terjadi di perusahaan mitra Krakatau Posco itu. Menurutnya, insiden yang berbuntut laporan ke kepolisian itu terjadi saat bercanda di antara kedua belah pihak.

“Saya sempat dengar kabar itu, tapi nanti dengar sendirilah dari anaknya (Lingga). Karena anaknya juga nggak marah, dan tetap bekerja. Yang melapor kan orang tuanya. Ya, kalau memang bersalah silahkan ditindak. Menurut saya, bercandanya sih sudah bagus, artinya dua culture sudah membaur. Tapi yang disesalkan, justru adanya insiden itu,” katanya. (Devi Krisna)