Sampah
Ilustrasi (*net)

SERANG – Lama tidak ada kejelasan, tindaklanjut dari PT Far East International perusahaan asal Korea, terkait pengelolaan sampah di TPSA Cilowong Taktakan dengan menggunakan teknologi modern dan ramah lingkungan, Pemerintah Kota Serang diminta segera mencari investor lain.

“Sebenarnya pada Memorandum of Agreement (MoA-red) tertulis bahwa bila dalam jangka waktu enam bulan tidak ada tindaklanjut. Maka secara otomatis batal,” ungkap Ketua DPRD Kota Serang, Subadri Usuludin, kepada Radar Banten Online, Sabtu (2/1/2016).

Subadri mengungkapkan, tahapannya memang hampir menemui titik temu antara perusahaan dan Pemkot Serang, karena kedua belah sudah melakukan MoA dan tindaklanjut dari itu, seperti Pemkot sudah berkunjung ke Korea untuk melihat peralatan yang akan digunakan di TPSA, namun itu tidak ada tindaklanjutnya.

“Waktunya, kan cuma enam bulan, saya berharap ada investor lain lagi. Harapannya ada investor lagi yang serius,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Serang Sulhi Choir mengakui, bila setahun pasca MoA bersama PT Far East International asal Korea, Pemerintah Kota Serang belum melihat tanda-tanda akan dilanjutkannya kerjasama pengelolaan sampah dengan teknologi modern di TPSA Cilowong Kecamatan Taktakan.

“Sebenarnya baik Korea maupun kita (Pemkot Serang) sudah meninjau lokasi TPSA, dan sudah oke. Pemkot sudah pernah melakukan peninjauan alat pengolahan ke korea. Namun hingga sekarang pihak korea belum menindaklanjuti,” katanya. (Fauzan Dardiri)