Gubernur Rano Karno, Puan Maharani, dan Bupati Lebak Iti Oktavia usai peresmian jembatan gantung di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak.

SERANG – Ketua DPP PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning angkat bicara terkait pencalonan kadernya pada Pemilihan Gubernur Banten 2017 mendatang. Menurutnya semua kader PDIP dalam persoalan Pilgub harus menuruti apa kata Megawati Soekarnoputri.

“Siapa saja kalo sudah disuruh Ibu (Megawati-red), harus kita ikuti. Untuk maju di pilgub dan pilkada, kalau pusat sudah mengutus, ya harus maju,” kata Ribka seusai menghadiri pelantikan kepala daerah Kota Cilegon dan Kabupaten Serang di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu (17/2/2016).

Terkait calon yang akan diterjunkan di pilgub, Ribka mengaku, sejauh ini proses yang baru berjalan di PDIP baru sebatas penjaringan. “Siapa saja bisa mendaftar, wartawan juga boleh. Nanti setelah pendaftaran kita lakukan survei, ada tim nya agar penilaian objektif. Kalau sudah ada hasilnya kita usulkan ke pusat, nanti pusat yang akan menentukan,” ujarnya.

Ribka dalam kesempatan tersebut meminta kepada kader yang antusias di pilgub tidak kegenitan. Kegenitan yang Ribka maksud yaitu merasa telah mendapatkan izin dari DPP. “Jangan kegenitanlah itu yang mau mencalonkan diri. Ikuti saja dulu tahapannya . Ini belum apa- apa sudah mengklaim dirinya yang diusung, sudah mendapat restu,” katanya.

Usai peresmian 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Puan Maharani tidak banyak berkomentar terkait pilgub. Puan fokus terhadap rangkaian prosesi peresmian. “Yang pasti saat ini peran Gubernur masih sangat diperlukan, karena pembangunan tidak bisa mengandalkan pemerintah pusat,” kata politisi PDIP yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini. (Bayu)