SERANG – Pilpres dan pileg yang dilaksanakan serentak membuat parpol
pecah konsentrasi. Bahkan parpol yang memiliki kader sebagai kepala
daerah dinilai tidak total memenangkan capres-cawapres yang didukung parpolnya.

Hal itu mencuat pada dialog politik
bertema ‘Membaca Arah Politik Kepala Daerah Dalam Pilpres 2019’ di
salah satu kafe di Kota Serang, Senin (8/4).

Yang paling banyak disorot, sikap politik Gubernur Banten Wahidin
Halim (WH) yang menghadiri kampanye Joko Widodo di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang. Padahal parpol WH, Partai Demokrat, mendukung pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno. WH juga tidak menghadiri kampanye
partainya yang dihadiri langsung Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama
(Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Tidak hanya WH, Partai Demokrat juga memiliki tiga kader sebagai kepala
daerah. Yakni Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Bupati
Lebak Iti Oktavia Jayabaya, dan Bupati Pandeglang Irna Narulita. Namun,
ketiga kepala daerah itu, tidak ada satu pun yang masuk dalam struktur
Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi di Banten.

Sikap yang berbeda ditunjukkan Partai Golkar yang mendukung 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ada
enam kadernya yang menjadi kepala daerah. Yakni, Wakil Gubernur Andika
Hazrumy, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Bupati Pandeglang Tanto W Arban, dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

Selain Zaki, lima kader parpol berlambang beringin ini merupakan keluarga besar Tb Chasan Sochib. Mereka pun memilih mendeklarasikan diri
mendukung Jokowi-Ma’ruf atas nama kelurga besar Tb Chasan Sochib.

Melihat fenomena tersebut, pengamat politik pemerintahan Boyke Pribadi menilai hal yang wajar. Setiap parpol mencari aman untuk suara parpolnya. Apalagi, bagi parpol yang bukan pengusung utama capres-cawapres.

“Semua orang mencari aman. Ada istilah SDM, selamatkan diri masing-masing,” katanya kepada awak media usai dialog.

Sekretaris Golkar Banten Bahrul Ulum yang hadir pada acara dialog mengatakan,
Golkar komitmen dan konsiten memenangkan paslon 02. “Semua kader sudah dinstruksikan, baik yang menjabat sebagai kepala daerah, juga
legislatif,” katanya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (bapilu) Partai Demokrat Banten
Azwar Anas menepis jika parpolnya tidak total mendukung paslon 02.
“Demokrat sudah instruksikan caleg-calegnya untuk mengkampanyekan
Prabowo-Sandi,” katanya.

Terkait kader Partai Demokrat yang menjadi kepala daerah dan tidak masuk
dalam struktur Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Sandi di Banten, Anas
mengatakan, hal itu sudah menjadi kesepakatan parpol koalisi. “Dalam
pembentukan tim, Demokrat dan Parpol koalisi sepakat bahwa kader-kader
yang menjadi kepala daerah fokus kerja dalam pemerintahan daerah, dan
kita partai yang fokus pada pemenangan,” kilahnya. (Ken Supriyono)



BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.