Softball dan Baseball Lolos ke PON Papua 2020

Tim softball Banten berjuang menembus peringkat tiga besar pada ajang Pra PON 2019, di Lapangan Softball, Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/7). Dok Radar Banten

TANGERANG – Dua cabang olahraga (cabor) di Banten, yakni softball dan baseball sukses menyegel tiket PON Papua 2020. Kepastian itu didapat setelah tim softball dan baseball menembus peringkat tiga besar pada ajang Pra PON 2019.

Sementara juara pertama cabor softball disabet oleh Lampung. Dan, peringkat kedua diikuti tim softball asal DKI Jakarta.

Hasil positif yang diraih tim softball Banten didapat usai menang dramatis kala menghadapi juara PON 2016 Jawa Barat, yaitu Sulawesi Tenggara (Sultra). Pertandingan berlangsung pada Senin (29/7) lalu, di Sonny Nurochman Softball Arena, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Manajer tim softball putra Banten Taufik mengaku bersyukur atas raihan tersebut. Meskipun, harus melewati pertandingan yang menegangkan, para pemain Banten mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik.

“Alhamdulilah, kita berhasil menang lewat pertandingan yang sangat ketat. Kita berhasil mengalahkan juara bertahan PON di Jawa Barat,” kata Taufik, Rabu (31/7).

Mengamati jalannya pertandingan, Taufik menilai tim softball Pra PON Banten cukup memukau. Instruksi pelatih dijalankan oleh atlet tanpa cela.

“Memang dari awal pelatih sudah instruksikan pemain untuk main ground ball (bola bawah-red). Atlet menjalankannya dengan baik,” jelas Taufik.

Pelatih tim softball putra Banten Steven Pattiwael mengatakan, tiket PON Papua yang diraih merupakan hasil kerja keras atlet. Motivasi anak asuhnya untuk lolos terbilang tinggi sehingga pemain mampu menghadapi tekanan lawan.

“Kita kehilangan banyak poin karena error pemain di-inning (lama permainan-red) ke-empat, lawan bisa mencetak empat poin. Beruntung mereka tidak patah semangat dan tampil lepas di sisa inning, terutama pitcher kita bisa bangkit setelah lemparannya banyak dipukul lawan. Tekanan lawan berbalik menjadi semangat pemain untuk bisa mengejar ketinggalan dan menang,” ungkap Steven.

Namun, Steven tetap memberi catatan untuk anak asuhnya sebagai bahan evaluasi ke depan. Utamanya untuk memperbaiki terjadinya error lantaran konsentrasi yang kerap hilang saat sudah merasa unggul.

“Anak-anak asal sudah dapat poin, konsentrasinya hilang. Serta sering salah menangkap kode saat pertandingan. Basic (dasar-red) main anak-anak, masih sering salah,” jelas Steven.

Terpisah, di hari yang sama tim baseball putra Banten gagal meraih kemenangan pada double round robin menghadapi Jawa Barat (Jabar). Tim besutan Jesse Parengkuan kalah 2-3 atas Jabar di Jakarta International Baseball Arena, Rawamangun, Jakarta Timur.

Hasil itu membuat Banten berada di peringkat ketiga karena secara running point (poin pelari) unggul atas Jawa Barat yang pada laga Minggu (28/7) menang dengan skor 25-8. Perhitungan peringkat di baseball menggunakan sistem baru, yakni super round. (rbs/nda/ira)