Solidaritas Warga, Modal Kopermasjid Berkompetisi

CIKANDE – Lomba Kampung Bersih dan Aman 2019 memang baru disosialisasikan kepada warga Kampung Kopermasjid, Desa Koper, Kecamatan Cikande. Namun, warga kampung itu yakin bisa berkompetisi dengan kampung lain di Kabupaten Serang. Mereka punya kekompakan yang terbangun dari solidaritas antarwarga.

Mu’in, staf Pemerintah Desa Koper, mengakui bahwa kekompakan warga Kopermasjid menjadi salah satu pertimbangan pemerintah desa memilih kampung itu, khususnya RT 03 RW 02, mengikuti lomba. Juga, karena perkampungan itu dekat dengan kantor Desa Koper.

Profesi penduduk Kopermasjid yang sekira 60 persennya perajin keset dari limbah tekstil pun menjadi dasar Pemerintah Desa Koper memilih lingkungan tersebut. Profesi yang kebanyakan digeluti oleh ibu-ibu itu dianggap sebagai cermin bahwa kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan telah tumbuh.

“Warga di kampung ini juga merupakan penjahit sarung tangan bayi dan pembuat rompi pelampung,” jelas Mu’in, Rabu (18/9).

Kekompakan warga Kopermasjid, sebut Mu’in, terlihat ketika gotong royong digelar. Bersih-bersih kampung rutin dilaksanakan setiap pekan.

“Untuk tampil dalam Lomba Kampung Bersih dan Aman, Desa Koper baru tahap sosialisasi kepada warga dan pengurus RW,” aku Mu’in.

Soal keamanan lingkungan Kopermasjid, diakui Mu’in, cukup terjaga. Karena, warganya rutin ronda malam. “Babinsa dan bhabinkamtibmas aktif berkoordinasi dengan warga,” ungkapnya.

Lomba yang digagas Radar Banten, Pemkab Serang, dan Polda Banten ini disambut dengan baik oleh warga Kopermasjid. Warga termotivasi menjaga kebersihan dan keamanan kampungnya. Lomba ini juga diakui dapat memupuk kekompakan dan tali silaturahim warga Kopermasjid.

“Kebersihan jalan kampung yang sudah terbangun melalui dana desa, akan kita jaga kebersihannya. Kebersihan rumah warga juga diperhatikan, termasuk menghiasnya dengan tanaman,” kata Sarman, mantan ketua RW 02, Kampung Kopermasjid. (jay/ang/don/ira)