Sopir Bus Kramat Djati Ditangkap

0
1.356 views
Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo (kiri) didampingi Wadir Lantas AKBP Maesa Soegriwo (kanan) saat ekspos kasus kecelakaan bus ALS di Mapolda Banten, Jumat (20/3).

Abaikan Laka Bus ALS

SERANG – Sopir bus Kramat Djati berinisial YA (54), dituduh mengabaikan kecelakaan di Tol Tangerang-Merak, Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Selasa (17/3) lalu. YA pun dianggap bersalah dan ditangkap polisi di pul bus Kramat Djati, daerah Cimahi, Jawa Barat, Rabu (18/3) malam.

Selasa (17/3) dini hari, bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernopol BK 7330 LD melaju dari arah Merak menuju Tangerang. Dalam perjalanan, bus yang dikemudikan oleh Mamat itu saling salip dengan bus Kramat Djati yang dikemudikan YA. “Sejak dari keluar Pelabuhan Merak (mulai saling salip-red),” kata Dirlantas Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Pol Wibowo di Mapolda Banten, Jumat (20/3).

Bus ALS berpenumpang 20 orang itu hendak menyalip truk trailer bernopol B 9485 FEH yang melaju di depannya. Namun, bus ALS terhalang oleh bus Kramat Djati bernopol D 7592 AO. Soalnya, bus yang dikemudikan YA itu melaju kencang dari arah belakang bus ALS.  “Karena berdekatan kedua bus ini serempetan. Bus ALS ini lalu balik lagi ke jalurnya dan menghantam bagian belakang truk. Untuk kecepatan, kendaraan bus ALS itu di atas 80 kilometer per jam,” kata Wibowo didampingi Wadir Lantas Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Maesa Soegirwo.

Kecelakaan membuat lima penumpang terlontar keluar bus dan tewas di lokasi kejadian.

Lima penumpang tersebut adalah Sawiyah, warga Pintu Padang Jae, Kelurahan Padang Jae, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara (Sumut); Muhammad Ridwan Syah alias Mamad, warga Kampung Tamiyang, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut; Anwar Sahuri alias Theo, warga Kampung Tagor, Kecamatan Kota Nofal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut.

Kemudian Salsa, warga Jalan Taduan 37 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumut, dan Widodo, warga Jalan Taduan 37 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sumut. “Dari kelima korban meninggal tersebut, dua di antaranya merupakan kernet. Keduanya atas nama Muhammad Ridwan Syah dan Anwar Sahuri,” kata Wibowo.

Kecelakaan itu juga menyebabkan empat korban mengalami luka-luka. Di antaranya Anni Ritonga, warga Tapanuli Selatan, Sumut; Rohimah, warga Mandailing Natal, Sumut; Masion Purba, warga Kabupaten Bekasi, Provinsi Jabar; dan Wijianti warga Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan, Kota Medan, Sumut. Seluruh korban luka tersebut dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika, Kota Cilegon.

Usai kecelakaan  di KM 94.400 B Tol Tangerang-Merak itu, Mamat kabur. Sementara YA juga memilih tetap melajukan kendaraannya, tanpa melaporkan peristiwa ke polisi. “YA ini kita sangkakan melanggar Pasal 312 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Tersangka ini tidak berhenti saat kecelakaan terjadi. Untuk ancaman pidana, selama tiga tahun,” kata Wibowo.

Sementara Mamat juga telah berstatus sebagai tersangka. Mamat disangka melanggar Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.  “Kita juga minta kepada sopir bus ALS agar segera menyerahkan diri, kooperatif atas apa yang sudah menjadi tanggung jawab yang telah dilakukannya,” pinta Wibowo. (mg05/nda/ags)