Sopir dan Calon Penumpang Dites Rapid

0
2572
Salah seorang calon penumpang menjalani rapid test antigen oleh petugas medis di Terminal Pakupatan.

SERANG – Menghadapi libur tahun baru 2021, sopir dan calon penumpang di Terminal Pakupatan Kota Serang terlebih dahulu menjalani rapid test antigen. Rapid test ini dilakukan sejak 28 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Kepala Terminal Pakupatan Kota Serang, Waluyo mengatakan, rapid test antigen difokuskan kepada petugas, pedagang dan pengurus agen bus di terminal. “Kami fokus ke masyarakat yang ada di terminal dulu. Kalau pun ada masyarakat dari luar paling uji petik aja atau random cek, tadi (kemarin-red) mulainya jam sembilan sampai dengan jam empat sore,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/12).

Kata Waluyo pelaksanaan rapid test antigen dilakukan secara random. Langkah ini menyesuaikan pasokan alat rapid test antigen dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 800 pieces. “Penambahan kita lihat dulu. Kalau memang dirasa sudah cukup ya mungkin 800 itu cukup. Dan jika kita lihat masih diperlukan kita tentunya akan minta tambahan lagi,” katanya.

Waluyo mengatakan, siapapun dapat mengikuti rapid test antigen, tetapi lebih diprioritaskan bagi penumpang, petugas, dan agen-agen bus, lantaran mereka yang melakukan interaksi langsung. “Siapapun yang mau khususnya penumpang maka kita akan lakukan rapid test, tetapi kalau petugas dan kios-kios warung di sini karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat itu diwajibkan,” terangnya.

“Persyaratannya KTP, nanti mereka menulis surat pernyataan baru nanti di panggil. Kalau mau mendapatkan surat itu ya harus tanda tangan dokter,” tambah Waluyo.

Waluyo berharap, masyarakat dapat menjaga kesehatan dan tetap menerapkan protokol kesehatan, agar tidak menjadikan klaster baru dan dapat meminimalisir penyebaran virus Covid-19. “Yang dihimbau pemerintah harap jalankan prokesnya,” katanya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Budi Santoso mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan rapid test antigen lebih dari 200 orang. “Belum ada (reaktif-red). Kalau ada kita langsung berkoordinasi dengan Dinkes Kota Serang dan Provinsi Banten,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (P2M) pada Dinas Kesehatan Kota Serang Ratu Ani Nuraini mengatakan, pihaknya selama dua hari pelaksanaan rapid test antigen belum menemukan berstatus reaktif. “Sampai saat ini belum ada yang reaktif,” terangnya.

Ani mengungkapkan, jika terdapat pasien reaktif, pihaknya akan melakukan tindakan. Salah satunya merekomendasikan untuk test tahap selanjutnya yakni test swab. Jika positif, direkomendasikan untuk dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19. “Kami bersama Dinkes Provinsi menerjunkan petugas dengan menggunakan alat pelindung diri,” katanya. (fdr/air)