Sopir Diduga Mengantuk, Pemudik Asal Ciruas Kecelakaan di Pekalongan

PEKALONGAN – Keluarga Hadi Kuncoro mengalami kecelakaan tunggal di tol fungsional KM 337 Desa Sijeruk, Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jumat (22/6). Mobil yang ditumpangi keluarga asal Bumi Ciruas Permai, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, itu menabrak pembatas tol hingga ringsek.

Hadi dan istrinya, Ismiyatun, mengalami luka cukup serius. Keduanya dirawat di RSUD Kraton. Sementara dua anaknya hanya mengalami luka ringan.

Informasi yang dihimpun, kejadian mengenaskan itu terjadi pukul 11.15 WIB. Saat itu mobil bernopol A 1766 FR yang dikemudikan Rafizal (18) melaju dari arah timur. Di dalam mobil terdapat kedua orangtuanya yaitu Hadi Kuncoro (48) bersama Ismiyatun (49) dan satu anggota keluarga lain. Hadi disebut sebagai tenaga pengajar di MAN Cikeusal, Kabupaten Serang.

Rombongan berangkat dari Madiun untuk kembali ke Ciruas. Saat melintas di tol fungsional Pekalongan tepatnya di Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Rafizal diduga mengantuk. Mobil oleng hingga menabrak pembatas tol. Besi pembatas sampai tembus masuk hingga bagian belakang mobil.

Warga yang mendengar benturan keras berdatangan memberikan pertolongan sembari melaporkan ke polisi yang bertugas. Korban yang mengalami luka-luka dibawa ke Puskesmas Sragi. Namun Hadi dan Ismiyatun dirujuk ke RSUD Kraton karena mengalami luka cukup parah.

Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Boby Anugerah Rahman mengatakan, kecelakaan tunggal diakibatkan pengemudi mengantuk. “Kecelakaan tunggal dan saat ini dua penumpang dilarikan ke RSUD Kraton,” terangnya.

Ditemui terpisah, tetangga korban, Uca (38), mengaku tidak menyangka jika Hadi Kuncoro beserta keluarganya mengalami kecelakaan di tol fungsional Pekalongan. Ia bahkan baru mengetahui kejadian tersebut pukul 17.00 WIB setelah dikabarkan oleh teman kantornya yang berada di Cikarang melalui pesan WhatsApp. “Pas mau mudik hari Rabu (13/6) itu Pak Hadi masih ngobrol sama tetangga. Wong adiknya yang ikut mudik sama Pak Hadi, semalam sudah pulang duluan ke sini bawa mobil sendiri. Barusan malah dengar kabar, Pak Hadi kecelakan,” tuturnya saat ditemui Radar Banten di kediamannya, Bumi Ciruas Permai Blok C-4, Kelurahan Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Hingga petang hari, Uca belum bisa mengetahui kabar terakhir Hadi beserta keluarganya yang harus menjalani perawatan di RSUD Kraton. Satu-satunya informasi yang bisa diandalkan, yakni dari adik Hadi Kuncoro yang bernama Budi. Namun, Budi belum bisa memberikan kabar bagaimana kondisi terkini keluarga tersebut. “Adiknya begitu dapat kabar, langsung balik lagi ke sana. Tapi dia belum ngasih kabar lagi gimana kondisinya,” ucapnya.

Ia berharap, Hadi beserta keluarganya tidak mengalami kondisi serius pasca mengalami kecelakaan dalam perjalanan balik menuju Serang tersebut. “Mudah-mudahan enggak terjadi apa-apa. Orangnya mah baik Mas, sama tetangga pedulian,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 25/04 Bumi Ciruas Permai Blok C4, Kelurahan Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Sodik. Ia mengaku masih menunggu informasi dari adik Hadi Kuncoro, Budi.

Sementara itu, pihak keluarga korban mengatakan bahwa Hadi saat ini sudah menjalani operasi di RSUD Kraton. Sementara istrinya, Ismiyatun, pada pukul 20.00 WIB baru masuk ruang bedah rumah sakit. “Pak Hadi kondisinya sekarang dirawat di ruang ICU,” kata salah satu keluarga korban, Iyet Nurhayati, yang dihubungi Radar Banten, tadi malam.

Sementara kedua anak korban, Iyet memastikan bahwa keduanya hanya mengalami luka ringan. “Alhamdulillah, putra-putranya hanya luka lecet doang. Mohon doanya Mas, mudah-mudahan bisa segera sembuh,” harapnya. (yon-Rifat/RBG)