Sopir Ngantuk, Tronton Hantam Separator Jalan

Kondisi truk dengan nomor polisi B 9501 KYV hancur di bagian depannya setelah menabrak pembatas jalan di Jalan Raya Serang-Cilegon, tepatnya di depan Kompleks BMW, Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kamis (6/12).

KRAMATWATU – Diduga mengantuk, Raswan (46) yang mengemudikan truk tronton menghantam separator di Jalan Raya Serang-Cilegon. Tepatnya di depan Kompleks BMW Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kamis (6/12).

Insiden itu terjadi sekira pukul 02.30 WIB. Truk tronton dengan nomor polisi B 9501 KYV melaju dari arah Serang menuju Cilegon. Setibanya di lokasi, kendaraan langsung menghantam separator jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Pantauan Radar Banten, Kamis (6/12), sekira pukul 10.30 WIB kendaraan belum dievakuasi oleh petugas. Pengendara dari arah Cilegon menuju Serang mengurangi kecepatannya untuk melihat peristiwa kecelakaan, sehingga terjadi kemacetan sepanjang tiga kilometer.

Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Serang Kota Briptu Arip Nuriawan mengatakan bahwa polisi sudah mengamankan sopir di Mapolsek Kramatwatu untuk dimintai keterangan. Terkait keterlambatan evakuasi, pihaknya sudah berupaya melakukan evakuasi. Namun  kendaraan derek milik Polres Serang Kota tidak mampu menderek lantaran truk trontron masih terdapat muatan. “Diperkirakan berat kendaraan truk tronton mencapai 29 ton,” katanya.

Pihaknya meminta bantuan kepada perusahaan untuk menurunkan forklip supaya kendaraan bisa dievakuasi. “Karena kecelakaan ini tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain, kerugian ditaksir 20 juta rupiah. Hanya bagian bawah depan mobil saja yang mengalami kerusakan parah,” imbuhnya.

Sementara itu, sopir Raswan mengaku saat mengemudikan kendaraan truk tronton dirinya mengantuk, Raswan tersadar saat truk tronton yang dikendarainya itu menabrak separator jalan. “Kebetulan sepi sih jalan tidak ada kendaraan lewat. Kejadiannya sekitar jam 02.00 WIB-lah,” ujarnya saat ditemui di lokasi usai diperiksa polisi.

Dikatakan, truk tronton yang dikemudikannya membawa batu split dari Serang hendak menuju Ciwandan. Diakui Raswan, dirinya sudah sering melintasi Jalan Serang-Cilegon dan sudah mengetahui adanya separator di depan BMW. “Tapi kan kalau sudah musibah susah Mas. Ini mobil milik PT Andalan Nusa Pratama. Tuh kan ada di mobilnya,” tandasnya. (Adi/RBG)