Kondisi PT AWN saat berlangsungnya aksi mogok sopir truk

CILEGON – Tim perwakilan manajemen PT Multi Trading Pratama (MTP) dari Makassar, Sulawesi Selatan langsung terjun kelokasi setelah mengetahui kabar adanya aksi mogok kerja puluhan sopir PT Aditya Wahana Nusa (AWN), anak perusahaan yang terdapat di kawasan Pelindo II, Ciwandan, Kota Cilegon, Jumat (8/1/2015). Kepala HRD PT MTP Hendrik mengatakan, kedatangan
pihaknya ke perusahaan terminal aspal curah itu untuk menindaklanjuti persoalan tuntutan kesejahteraan yang diajukan sekira 70 sopir.
“Aksi mogok kerja ini sudah menimbulkan kerugian bagi kami. Akibatnya, pesanan tidak terkirim. Dan efek dominonya pelanggan juga banyak yang protes,” ujarnya saat ditemui di kantor PT AWN, Jumat (8/1/2015).

Pantauan Radar Banten Online di lokasi, sejumlah polisi dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Banten tampak berjaga di sekitar pintu masuk perusahaan, untuk mengantisipasi kabar akan adanya aksi unjuk rasa sopir mendesak pemberlakuan Upah Minimum Kota (UMK). Belakangan, ketika dikonfirmasi terkait dengan tuntutan kalangan sopir itu dirinya menolak memberikan keterangan. “Saya masih capek, karena baru tiba dari Makassar tadi malam. Jadi belum bisa konsentrasi. Nanti akan kami kabari, saat ini kami akan berkoordinasi dulu,” kilahnya.

Informasi yang dihimpun, kedatangan tim perwakilan dari manajemen PT MTP itu sekaligus untuk memenuhi panggilan dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon. Pasalnya, aksi mogok kerja kalangan sopir itu digadang-gadang akan dilakukan selama 14 hari kedepan atau hingga tuntutan mereka terpenuhi. (Devi Krisna)