Sopir Truk Dirampok Temannya Sendiri

SERANG – Endit (42) kini mendekam di jeruji besi. Warga Desa Ciwenibalak, Kecamatan Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung itu tega merampok temannya sendiri, Buyandi. Sopir truk boks Colt Diesel itu dirampok usai dijebak oleh Endit, Kamis (25/4).

Perampokan itu berawal saat Endit menghubungi Buyandi. Dia mengaku ingin menumpang truk yang mengangkut 75 karung pakaian itu ke Lampung. Tanpa curiga, Buyandi menyanggupinya. Seusai mengambil pakaian dari Tanah Abang, Jakarta, Kamis (25/4) malam, Buyandi menghampiri Endit di Rest Area Karang Tengah, Tangerang.

Saat tiba di lokasi, sopir perusahaan ekspedisi CV Lampung Expres itu menghubungi Endit. Tak lama, Endit mendatangi korban. Namun, Endit tak datang sendiri. Dia datang bersama  Yulius (44) dan Kastim (49). Kepada korban, Endit mengaku kedua rekannya juga ingin menumpang ke Lampung.

Tak lama truk nopol BE 9123 Q melaju. Saat melintas di Tol Tangerang Merak KM 62, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Endit menodongkan senjata api (senpi) ke perut korban.

Endit meminta korban menepikan truk yang mengangkut pakaian senilai Rp400 juta itu.

Endit mengancam menembak korban bila tak dituruti. Korban dibuat kaget. Endit sempat diingatkan korban soal persahabatan mereka. Namun, Endit tak menggubris ucapan korban.

Di bawah ancaman Endit, korban terpaksa menurut. Saat kendaraan berhenti, Endit bersama dua rekannya mengikat tangan dan kaki korban. Mata korban dilakban. Korban kemudian dipindahkan ke kendaraan lain dan dibawa pergi meninggalkan lokasi.

Setelah seluruh barang dipindahkan, korban dikembalikan dalam truk. Endit dan rekannya meninggalkan korban dalam keadaan terikat. Setelah ditinggalkan pelaku, korban berusaha melepaskan ikatan tersebut. Setelah berhasil lepas, korban mendatangi Mapolres Serang untuk membuat laporan.

Usai menerima laporan, polisi memburu ketiga pelaku. Minggu (5/5), ketiga pelaku diringkus polisi di lokasi berbeda. Endit dan Yulius diringkus di Kampung Pasirbinong, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang. Betis kanan Endit dan Yulianus terpaksa ditembak oleh polisi lantaran melawan saat disergap. Sementara Kastim menyerah diamankan di daerah Bekasi, Jawa Barat.

“Tersangka Yulius dan Endit terpaksa kami ambil tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan kasus,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Gunawan, Senin (6/5).(mg05/nda/ira)