Aksi unjuk rasa sopir PT AWN

CILEGON – Puluhan sopir truk PT Aditya Wahana Nusa (AWN) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Cilegon, Senin (25/1/2016). Aksi itu menuntut adanya kesejahteraan dan kejelasan status kerja sopir yang hingga saat ini tak kunjung menemui titik terang. Aksi itu turut dibantu oleh DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (FSPKEP) Kota Cilegon.

“Persoalan upah dan status kerja dari PT WAN ini tak pernah tuntas. Setiap hari kita ke Disnaker (Dinas tenaga kerja), tapi saat ini tidak ada tindak lanjutnya. Harusnya Walikota tahu, karena selama ini hasil pertemuan dengan Disnaker selalu ditembuskan ke Walikota,” ujar Lalan Jaelani, salah seorang orator dalam aksinya.

Diberitakan sebelumnya, persoalan itu muncul setelah kalangan sopir perusahaan terminal aspal curah itu mogok kerja. Mereka menuntut agar hak-hak mereka sebagai pekerja dapat direalisasikan. “Kesepakatan itu, sopir harus diangkat statusnya menjadi PKWTT, UMK harus dijalankan, tapi tetap PT AWN dablek. Inilah realitas, di kota industri terbesar di Asia ternyata masih ada buruh yang gajinya Rp300 ribu,” tambahnya.

Mereka menuntut agar Pemkot Cilegon mengambil tindakan tegas pada perusahaan yang berdomisi di kawasan PT Pelindo II Banten itu. “Di Cilegon ada pengusaha hitam yang berlindung di bawah ketiak BUMN. Karena lokasinya di kawasan BUMN. Seharusnya Pemerintah bersyukur karena buruh juga mengungkap bahwa ada badan usaha yang puluhan tahun tidak berizin. Kami minta pemerintah bertindak tegas,” kata Johan Wahyudi, orator aksi lainnya.

Hingga berita ini diturunkan aksi unjuk rasa masih terus berlangsung. (Devi Krisna)