Spesialis Bobol ATM Diringkus, Dua Pelaku Didor

0
635 views

SERANG – Empat orang spesialis pencurian uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah toko waralaba, tepatnya di Jalan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang diamankan petugas, Selasa (11/1) pukul 16.00 WIB.

Kasatreskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Panji Firmasyah menerangkan, pelaku berhasil dibekuk polisi saat pembobolan berlangsung di TKP. Tidak ada perlawanan dari para pelaku. Namun, saat dilakukan pengembangan di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dua pelaku berusaha kabur, tetapi polisi berhasil menembak kaki pelaku. “Mereka juga pernah melakukan hal serupa di Cikupa,” ujarnya.

Adapun modus operandi, kata Panji, keempat pelaku bekerja sama saat membobol ATM. Dua orang standby di mobil sambil memantau atau mengawasi, lalu dua orang lainnya masuk ke dalam toko waralaba tersebut. Kedua orang yang memasuki toko tersebut melakukan penarikan uang dalam mesin ATM Bank BRI yang dirusak dengan cara diganjal menggunakan alat berupa obeng kecil. “Keempat pelaku kini telah ditahan oleh anggota Satreskrim Serang Kota dan dititipkan di Makopolsek Cipocokjaya. Keempat tersangka dijerat Pasal 363 KUH Pidana,” kata Panji di Mapolres Serang Kota.

Tersangka ialah AJ (22) asal Lingkungan Cibodas Besar RT/RW 02/03 Desa Cibodas, Kabupaten Tangerang; Ma (21) asal Kampung Suka Jaya Kembangan, Lampung; AH (33) asal Kampung Bangunjaya, RT/RW 03/02, Kecamatan Ulungsungka, Lampung Utara; dan HNI (30) asal Kampung Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Lampung Selatan. “AH dan HNI yang kami tembak kakinya,” ungkap Panji.

Ia mengatakan, barang bukti yang telah diamankan, di antaranya dua obeng, kartu ATM BRI Britama Premium, satu unit Avanza Veloz, dan uang yang diamankan saat pelaku melakukan aksi. “Dapat info dari karyawan toko waralaba yang sudah curiga sama tersangka dan langsung memberikan info ke anggota yang sebelumnya sudah ada di sekitar TKP,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan kepala toko waralaba di Kasemen Achmad Zajuli, pelaku sudah sering melakukan penarikan uang ATM di TKP, hampir setiap hari pihaknya sudah lama memperhatikan gerak gerik pelaku yang mencurigakan. Meski begitu, lanjut Zajuli, pihaknya tidak berani melihat dari dekat.

“Dia (pelaku-red) transaksi biasa, tapi pas saya ke belakang, dia juga ke belakang. Kata dia, ‘Masing-masing saja, Mas ya.’ Kata saya, ‘Masing-masing apa nih, Mas’? Saya enggak tahu kan. Dia (pelaku) sering ke sini dari Selasa ketemu Selasa kemarin. Anak-anak sering dikasih uang, tetapi enggak diterima, tetapi tetap digeletakin uangnya, dan anak-anak pada takut kan. Akhirnya, pas kejadian lagi saya yang telepon polisi,” pungkasnya. (Haris/Radar Banten)