Spesialis Curanmor Merangkap Penjual Shisa Dibekuk

SERANG – Petugas Unit Reskrim Polsek Kasemen meringkus spesialis pencuri motor yang merangkap menjual shisa berinisial G (20), Senin (7/8). Warga Kampung Ciputri, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini ditangkap karena mencuri motor Honda BeAt nopol A 6349 CA milik tetangganya sendiri, Fathul (27). G mengaku telah mencuri motor sebanyak delapan kali di berbagai wilayah di Kota Serang.

Sementara Fathul, yang mengaku motornya hilang saat diparkir di halaman warnet miliknya pada Kamis (3/8) dini hari merupakan tetangga pelaku. Korban melaporkan kasus pencurian itu ke Mapolsek Kasemen. “Tetangga korban berinisial G dicurigai sebagai pelaku. Karena sebelum motor tersebut hilang, G berada di sekitar lokasi,” kata Kapolsek Kasemen Ajun Komisaris Polisi (AKP) Entang Cahyadi.

Korban sempat menanyakan kepada G. Namun, G mengaku tidak mengetahui. Dia juga membantah telah mencuri motor korban. Korban terus mendesak, hingga G akhirnya mengakui telah mencuri motor korban. “Pelaku berhasil ditangkap saat nongkrong di sekitar Museum Masjid Agung Banten Lama,” kata Entang.

Berdasarkan keterangan pelaku, motor tersebut dijual kepada penadah berinisial RO seharga Rp 1 juta. Polisi langsung memburu RO di Desa Panyireupan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. RO sempat mengelak telah membeli motor curian. RO tak bisa mengelak, saat polisi menemukan motor milik korban di rumahnya. “RO diamankan di rumahnya beserta barang bukti. Mendapat barang bukti motor, petugas membawa RO ke Mapolsek Kasemen untuk dilakukan pemeriksaan,” tutur Entang

Saat diinterograsi, G mengaku mencuri motor sebanyak delapan kali di wilayah Kota Serang. “Hasil pencurian itu dijual ke penadah dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Entang.

G dijerat Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun. Sedangkan, RO dijerat Pasal 480 KUH Pidana. “Ancaman pidana penjara selama empat tahun,” kata Entang. (Merwanda/RBG)