Spesialis Rumsong Babak Belur Dihajar Warga

0
241
Salah satu pelaku menjadi sasaran amukan warga Perumahan Serang Hijau, kemarin (15/11) siang.

SERANG – Separuh wajah Muhammad Hatta (25) dan Tresno (23) babak belur lantaran dihajar warga. Dua kawanan pencuri spesialis rumah kosong (rumsong) itu kepergok saat mencongkel pagar rumah salah seorang warga di Perumahan Serang Hijau (PSH), Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.

Dua pemuda asal Banten Selatan itu meringis kesakitan di Mapolsek Cipocok. Keduanya baru saja diamankan petugas setelah babak belur dihajar warga. Sedangkan, dua pelaku lain berhasil kabur saat akan disergap warga.

Informasi diperoleh, aksi pencurian itu terjadi sekira pukul 12.30 WIB. Muhammad Hatta dan Tresno bersama dua rekannya berinisial Ju dan Wh mendatangi kediaman Muhtadi di Kompleks PSH Blok A-21.

Sebelum beroperasi, kawanan maling ini mencari sasaran dengan mengelilingi kawasan perumahan. Agar terhindar dari kecurgiaan warga, kawanan maling ini menggunakan Toyota Avanza putih nopol A 1437 KH. Setelah menemukan sasaran, kendaraan dihentikan di depan rumah sasaran. “Saya enggak tahu kejadiannya. Saya masih di Sari Asih (RS Sari Asih-red), istri lagi dirawat,” kata Muhtadi.

Ju dan Wh keluar dari mobil. Sedangkan, Hatta dan Tresno bertugas mengawasi situasi. Oleh Ju dan Wh, gembok pagar rumah korban berusaha dibuka menggunakan linggis. Aksi kawanan maling ini dipergoki salah seorang tetangga korban. “Saya ditelepon sama tetangga, katanya rumah saya mau dimaling,” kata Muhtadi.

Tetangga korban, sontak berteriak minta tolong. Teriakan itu membuat warga berkumpul. Sadar aksi mereka kepergok, keempat pelaku langsung tancap gas. “Pelaku kabur dan nabrak tembok warga, karena jalan ditutup warga dengan portal, “ kata saksi Eka Andri.

Keempat pelaku kabur meninggalkan mobil. Ju dan Wh berhasil lolos dari kejaran warga. Sedangkan, Hatta dan Tresno berhasil diringkus saat bersembunyi di semak-semak. Tanpa ampun, warga menghajar kedua pemuda itu. “Pelaku lari dan tertangkap warga dua orang. Dihajar dan ditelanjangi,” kata Eka Andri.

Beruntung kedua pelaku berhasil diselamatkan petugas yang sedang berpatroli. Kedua pelaku beserta kendaraan diamankan ke Mapolsek Cipocokjaya. “Ternyata di mobil ada motor dan barang elektronik,” kata Eka Andri.

MALING DI GPA

Rupanya, sebelum beraksi di Kompleks PSH, kawanan maling ini lebih dahulu beraksi di Perumahan Griya Permata Asri (GPA), Dalung, Kecamatan Cipocokjaya. Rumah milik Nia di Kompleks GPA Blok C-7 No 1 berhasil dibobol. Barang hasil curian itu dimasukkan ke dalam mobil.

Pencurian itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu, rumah sedang ditinggalkan pemiliknya. “Saya keluar setengah jamanlah, sudah pulang lagi. Saya mau ke ATM (anjungan tunai mandiri-red), ” kata Nia ditemui di Mapolsek Cipocok.

Saat perjalanan menuju pulang, salah seorang tetangga Nia menelepon. Dia curiga rumah Nia disatroni maling. Soalnya, kondisi pintu depan dan garasi rumah Nia dalam keadaan terbuka. “Curiga mungkin pintu depan rumah dan garasi kebuka. Tetangga rumah samping, tahu saya pergi,” kata Nia.

Beberapa warga akhirnya memeriksa kondisi rumah Nia. Saat diperiksa, kondisi rumah dalam keadaan acak-acakan. “Rumah acak-acakan. Televisi enggak ada, kamar pribadi acak-acakan,” kata Nia.

Nia mengaku rumah warga di lingkungan GPA sering kali dijadikan sasaran pencurian. “GPA sangat sering (kecurian-red), dua bulan ke belakang ini sudah berapa kali. Modusnya sama,” kata Nia.

Kapolsek Cipocok Komisaris Polisi (Kompol) Syahrul mengatakan, dari kediaman Nia, komplotan ini berhasil membawa barang berharga seperti motor, satu unit laptop, dua unit kamera, televisi, dua tas, dan dokumen penting lain yang kerugiannya diperkirakan hingga Rp40 juta. “Sebelumnya pelaku terlebih dahulu melakukan survei, setelah dipastikan rumah dalam kondisi kosong, pelaku langsung beraksi dengan merusak pintu menggunakan linggis,” kata Syahrul.

Syahrul mengakui di Komplek GPA memang rawan pencurian. Sedikitnya ada tiga kejadian pencurian sebelum kasus ini. “Komplotan ini setelah mencuri di GPA, lanjut lagi ke Serang Hijau (PSH-red). Di sana mereka dipergoki warga dan sempat jadi bulan-bulanan warga,” kata Syahrul.

Kedua pelaku dijerat Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Hatta mengaku baru pertama kali mencuri lantaran mengikuti ajakan Tresno. Dia bersama Tresno ditugasi oleh Ju menyewa mobil untuk beraksi. “Kemarin suruh nyewain mobil. Saya kenal ama ini (Tresno-red), dia mengajak saya,” kata Hatta. Diakui Hatta, dia bersama Tresno ditugaskan mengawasi situasi. “Ju mah yang masuknya. Buka gembok, saya lihat situasi,” kata Hatta. (Merwanda/Radar Banten)