SERANG – Kepala Seksi Pelayanan Bulog Subdivre Serang Khairullah mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan operasi pasar di pasar-pasar tradisional. Langkah ini dilakukan Bulog Sub Drive Serang untuk menstabilkan harga beras dan mengantisipasi masuknya beras impor.

Khairullah mengaku tidak menargetkan akan habis berapa beras yang akan digunakan untuk operasi pasar tersebut. Tidak hanya di Kota Serang, operasi pasar juga akan dilakukan di Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, yang merupakan wilayah kerja Bulog Subdivre Serang. “OP (operasi pasar-red) masih akan kita lakukan sampai minggu keempat Januari 2015 ini,” ujar Khairullah kepada radarbanten.com melalui sambungan telpon, Senin (19/1/2015).

Bulog Subdivre Serang menggelar operasi pasar untuk mengendalikan harga beras yang saat ini tidak terkendali. Hingga 9 Januari lalu, sudah 800 ton beras yang disebar di pasar oleh Bulog Subdivre Serang. Penyebab kenaikan harga beras KW 3 diduga karena program beras untuk masyarakat miskin (raskin) belum berjalan, belum panen karena masih masa tanam, dan stok beras di petani yang mulai menipis. Kenaikan harga beras sudah terjadi sejak 1 Desember.

Harga beras mengalami kenaikan yang cukup besar di pasar. Pantauan radarbanten.com di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Sabtu (17/1/2015), harga beras impor produsen (IP) mencapai Rp250 ribu per 25 kilo gram alias Rp10 ribu per kilogramnya. Lalu, sejumlah jenis beras kualitas I, harganya juga naik, dari Rp9 ribu per kg, menjadi Rp10.500 per kilogram. Sejumah pedagang menyebutkan, hal itu disebabkan oleh banjir di beberapa titik di Banten, sehingga suplai beras tersendat. (Wahyudin)