Stasiun Merak Akan Direlokasi

CILEGON – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan merelokasi Stasiun Merak ke tempat yang lebih dekat dengan Terminal Terpadu Merak (TTM) dan Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak.

Dirjen Hubdat Budi Setiyadi menjelaskan, relokasi Stasiun Merak dilakukan agar letak stasiun yang berada di ujung barat Pulau Jawa tersebut lebih dekat dengan TTM dan Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak.

Kemenhub berencana untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi umum yang berada di area Pelabuhan Merak. Saat ini, dari tiga fasilitas transportasi umum, hanya Stasiun Merak yang berada cukup jauh.

Kata Budi, agar seluruh moda transportasi umum terintegrasi, maksimal jarak antara stasiun dengan terminal dan pelabuhan hanya 100 meter, sedangkan saat ini letak stasiun berjarak sekira setengah kilometer dengan TTM dan Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak.

“Nanti kalau dibuat sky bridge atau penghubung, masyarakat tidak jauh jalan kakinya,” ujar Budi kepada wartawan usai penandatanganan MoU.

Kata Budi, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyurati Dirjen Kereta Api dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait relokasi tersebut. Ia memperhitungkan proses relokasi akan dimulai di tahun 2020 mendatang.

“Tidak sulit kok untuk merelokasi itu, karena posisi sekarang tidak ideal,” paparnya.

Seiring dengan direlokasinya Stasiun Merak, Kemenhub pun akan melibatkan pihak swasta untuk meningkatkan fasilitas transportasi publik sehingga kenyamanan transportasi bisa benar-benar terwujud.

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi menuturkan, seiring dengan adanya integrasi Stasiun Merak, TTM, dan Terminal Eksekutif Merak, tanah milik Pemkot Cilegon pun akan difungsikan.

Menurutnya, lahan Pemkot Cilegon seluas dua hektar yang berada di area TTM dan Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak akan difungsikan sebagai penunjang integrasi sistem transportasi publik tersebut.

“Kami sudah sepakat, akan menggunakan mekanisme sewa,” ujar Ira kepada wartawan.

Kata Ira, skema sewa lahan tersebut dengan kontrak berdurasi 10 tahun. Terkait besaran biaya sewa lahan tersebut, Ira enggan membeberkan ke awak media. 

Kata Ira, pihaknya mengapresiasi rencana Kemenhub. Menurutnya integrasi Stasiun Merak, TTM, dan Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak akan membuat sistem transportasi publik lebih baik dan membuat masyarakat semakin nyaman.

Ia memastikan dalam relokasi stasiun tidak akan menggunakan lahan milik masyarakat. “Ada lahan ASDP yang bisa digunakan, relokasi ini kan hanya menarik lokasi stasiun agar lebih dekat saja,” paparnya. (Bayu Mulyana)