Stimulus Sektor Properti Dorong Pertumbuhan Rumah Subdisi di Kota Serang

0
3262

SERANG- Awal 2021 dapat disebut sebagai momentum kebangkitkan bisnis sektor properti. Untuk mendorong pertumbuhan bisnis properti di Tanah Air, Pemerintah dan Bank Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan yang sangat pro terhadap pasar properti.

Selain menurunkan suku bunga kredit, pelonggaran (relaksasi) persyaratan KPR, dan kebijakan Bank Indonesia memberlakukan relaksasi rasio loan to value/financing to value (LTV/ FTV) yang membolehkan down payment (DP) nol persen. Bahkan pemerintah juga membebaskan memberi insentif penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) yang berlaku sejak 1 Maret hingga 31 Agustus 2021 mendatang.

Khusus di rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah menganggarkan Rp16,6 triliun untuk 157.500 unit rumah dengan pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), ditambah lagi pemerintah tidak menaikan harga skema Subsidi Selisih Bunga (SSB) di tahun ini. Kebijakan-kebijakan tersebut memberikan optimisme para pemangku kepentingan, terutama bagi pengembang dan konsumen properti. Salah satu provinsi yang merasakan angin segar adalah Kota Serang, yang kebutuhan rumah subsidinya cukup besar dan setiap tahun terus bertambah.

Menurut Reza Wijaya, Project Manager Bukit Mas Residence, Kota Serang, stimulus dari pemerintah akan direspons positif oleh pasar segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pasar rumah subsidi di Kota Serang di 2021 diprediksi tumbuh sekitar 20 persen hingga 30 persen. Pasalnya kebutuhan rumah untuk MBR di Banten masih sangat tinggi, yaitu lebih dari 500.000 unit per tahun.

“Kalau pemerintah boleh DP nol persen, penghapusan PPn, dan permudah persyaratan FLPP, maka semakin banyak keluarga MBR yang tertarik dan memanfaatkan insentif ini. Buktinya awal Februari 2021 ini ada peningkatan potential buyers di Bukit Mas Residence sekitar 15 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Reza dikutip dari siaran per, Jumat (19/3).

Mengantisipasi peningkatan permintaan itu, kata Reza, management Bukit Mas Residence menawarkan dua tipe produk unggulan sesuai dengan kebutuhan MBR, yaitu tipe 28/60 (LB/LT) Rp143,5 juta dan tipe 30/60 Rp147,5 juta. Untuk tipe 28/60 DP all in hanya Rp1 juta untuk KPR bersubsidi dan diberikan bonus pompa semi jetpump dan rumah dicat.

“Sementara untuk tipe 30/60 dengan DP Rp5 juta dan punya keunggulan posisi terdepan di kawasan Bukit Mas Residence, dan bonus carport, tembok belakang, pompa semi jetpump, menggunakan cat Jotun,” jelas Reza.

Berada di Cipocok Jaya, tengah pusat kota Serang, Reza optimis, perumahannya menjadi pilihan utama bagi kalangan MBR. Sebab kini sangat sedikit lokasi perumahan subsidi yang berada di tengah kota, umum dikembangkan semakin menjauh dari kota.

Bukit Mas Residence yang dibangun PT. Prima Karya Propertindo, anak perusahaan Vista Land Group, sudah terbentuk dengan pembangunan rumah sudah mencapai lebih 200 unit sederhana dan beberapa unit ruko. “Di tahun 2021 ini kami mencanangkan untuk membangun kurang lebih 200 unit rumah dalam pengadaan rumah bersubsidi bagi MBR. Dengan optimisme masyarakat yang tinggi serta stimulus dari pemerintah yang luar biasa, sektor properti dapat tumbuh dan ekonomi Indonesia kembali membaik,” pungkasnya. (aas)