Aktivitas di STMIK Bina Sarana Global

TANGERANG – Terus meningkatkan kualitas mahasiswa menjadi salah satu, melakukan pertukaran mahasiswa hingga sholarship luar negeri, merupakan langkah STMIK Bina Sarana Global menjadi kampus nomor satu di Banten. Itu akan terwujud pada 2022.

Ketua STMIK Bina Sarana Global Dedi Royadi mengatakan, di usia 11 tahun, pihaknya terus melakukan pembenahan baik sarana dan kualitas mahasiswa. Hal ini dilakukan untuk mengejar visi dan misi kampus menjadi terbaik di Banten. ”November nanti, kami akan menepati gedung baru dengan luas sekitar empat hektare. Di sana fasilitas akan lebih komplit. Mulai dari laboratorium jaringan, laboratorium radio, studio dan sebagainya,” katanya, Sabtu (12/8).

Pihaknya ingin menciptakan lulusan yang siap dipakai di dunia kerja. Bukan hanya mampu dalam teori. Tapi juga secara teknis.
Makanya, lanjut Dedi, setiap perkuliahan pihaknya menerapkan mahasiswa 2 plus 2. Artinya dua tahun kuliah pagi, dua tahun lagi bekerja atau berwirausaha. ”Mahasiswa kami diwajibkan untuk mengikuti dua tahun perkuliahan pagi. Dua tahun lagi harus bekerja atau berwirausaha, kuliahnya jam sore,” terangnya.

Dedi melanjutkan, sistem tersebut untuk membuat mental mahasiswa bertambah. Tidak hanya mengadalkan ijazah setelah lulus. ”Jadi kami, buat mahasiswa bukan untuk menganggur. Namun bisa diserap dunia kerja atau masyarakat,” ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai kerja sama luar negeri telah dijalin. Salah staunya, di bulan Oktober mendatang sebanyak 20 mahasiswa akan menjalani pertukaran di Japan International Student Committee. Nanti, mahasiswa akan belajar selama kurun waktu 1,5 tahun.
Saat ini, kampus ini memiliki jurusan Teknik Informatika yang konsentrasi bidang software enginering networking dan komputer desain multimedia. Lalu, sistem informasi bidang komputerisasi akuntansi dan komputersasi bisnis dan manajamen. ”Semuanya sudah terakreditasi B,” terangnya.

Humas STMIK Bina Sarana Global Theo mengatakan, perayaan ulang tahun ini diisi dengan syukuran dan perlombaan yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). ”Semua acara dibuat mahasiswa. Untuk melatih kemandirian dalam berorganisasi maupun sosialisasi,” katanya. (Wahyu/RBG)