Stok Pangan di Lebak Aman

RANGKASBITUNG – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Lebak memastikan, stok makanan untuk masyarakat Lebak saat ini masih aman. Oleh karena, hingga kini cadangan pangan makanan masih tersedia 51 ton beras yang disimpan di gudang Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang. Belum lagi akan ditambah stok beras lain, jika terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketapang Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar menyatakan, setiap tahun Pemkab Lebak selalu mengalokasikan anggaran untuk pengadaan cadangan pangan. Tahun ini, kata dia, Pemkab telah menyediakan cadangan pangan sebanyak 51 ton. Cadangan pangan tersebut akan digunakan untuk membantu masyarakat jika terjadi bencana alam. Termasuk membantu masyarakat yang terdampak bencana non-alam, seperti mewabahnya virus corona yang sedang terjadi saat ini. “Iya, stok cadangan pangan yang kita miliki sebanyak 51 ton beras. Sekarang, berasnya kita simpan di gudang Bulog,” kata Rahmat Yuniar kepada Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, cadangan pangan Pemerintah Daerah merupakan bagian dari cadangan pangan nasional. Tujuannya, untuk mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan dalam negeri sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Oleh karena itu, cadangan pangan harus tetap tersedia di gudang, sehingga Pemerintah bisa menggunakannya kapan pun ketika akan dibutuhkan. “Cadangan pangan tersebut insya Allah akan ditambah dari pergeseran anggaran. Doakan saja, karena kita butuh cadangan pangan yang lebih banyak untuk masyarakat,” ungkapnya.

Yuniar menyebutkan, dari data produksi beras 2019, kebutuhan beras masyarakat per bulan kurang lebih 11.977 ton, sedangkan surplus produksi beras pada akhir tahun lalu itu sebanyak 147.454 ton. Artinya ketersediaan pangan untuk masyarakat Lebak masih cukup hingga 10 bulan ke depan. “Kita enggak khawatir dengan persoalan pangan, karena sekarang sudah panen dan stok kita masih melimpah,” katanya.

Terpisah, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lebak Zaenal Faozi mendukung rencana Pemkab Lebak yang akan menambah cadangan pangan daerah. Menurut dia, sudah seharusnya Pemkab Lebak memiliki cadangan pangan yang memadai, agar ketika terjadi bencana alam atau bencana non-alam, sudah siap untuk menghadapinya. “Cadangan pangan daerah idealnya di atas 100 ton. Karena itu, kita minta agar cadangan pangan terus ditambah. Minimal menjadi 100 ton dan berasnya harus berkualitas,” harapnya.

Faozi yakin, Pemkab mampu menambah cadangan pangan daerah tersebut. Anggarannya tentu bisa dari berbagai sumber. Termasuk melakukan pergeseran anggaran dari beberapa kegiatan perjalanan dinas yang tidak terserap akibat mewabahnya virus corona. “Sejak virus corona mewabah di Indonesia. Pemerintah sudah menghentikan kegiatan perjalanan dinas keluar daerah. Karena itu, anggaran perjalanan dinas bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih maslahat,” katanya. (tur/zis)