Study Tour Bintang Sains 2019: Seru, Mendidik, dan Menjalin Keakraban

Sembilan siswa juara Bintang Sains 2019 dari Kabupaten/Kota Serang dan Cilegon yang mendapat hadiah studi tur berfoto bersama di halaman Hotel dan Resort Savanna Hill, Johor Bahru, Malaysia, Rabu (23/4).

Bukan sekadar menikmati wisata dan kuliner, banyak cerita menarik lain yang mengiringi perjalanan studi tur Singapura-Malaysia. Salah satunya terjalin keakraban dari para juara lomba kemampuan matematika dan IPA itu. 

NIZAR SOLIHIN – Malaysia

Setelah tur ke Singapura menikmati beberapa lokasi wisata menarik, giliran wisata dan kuliner di Malaysia dijajal rombongan studi tur Bintang Sains 2019 Singapura-Malaysia. Rombongan terdiri atas 26 orang, meliputi sembilan siswa kelas V yang menjadi juara Bintang Sains 2019 dari Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Yaitu Mochammad Nabil Dary Syawal dan Ratu Utami Dewi dari SDI Al Azhar 10 Serang, Adelia Nurul Hasanah dari SDIT Al-Izzah Serang, Pringgo Syafiq Widyanto dari SDIT Bina Bangsa, Fhatiya Azka dari SDIT An-Nadzir Cinangka, Ratu Salma Qonita SDN 1 Anyar, Arsyad Ahmad Fathy Al Baihaqi dari SDIT Al-Hanif Cilegon, Kevin Narendra Ananta Putra dari SDIT Raudhatul Jannah Cilegon, dan Raissha fairuz Dhiya Siregar dari SDN 2 Cilegon.

Kesembilan juara Bintang Sains 2019 yang mengikuti tur ke luar negeri didampingi dua pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) di Kabupaten Serang. Yakni, Kepala Dindikbud Asep Nugrahajaya dan Kasi Kesiswaan Aat Supriyadi. Kemudian pejabat Dindikbud dari Kota Serang yang diwakili Pengawas SD Ali Imron, pejabat dari Dindikbud Kota Cilegon Ahmad Rafiudin, lima pendamping siswa, empat orangtua siswa, serta tiga panitia.

Agar terjalin komunikasi baik dengan rombongan tur, panitia pun membuat WhatsApp (WA) grup. Keakraban di antara peserta tur sudah terasa di grup WA, semua peserta grup saling sapa, saling tanya jawab, hingga bercanda, dan meminta serta memberikan informasi. Suasana kekeluargaan semakin terasa dari mulai pemberangkatan menuju Bandara Soekarno Hatta. Diawali dengan doa bersama. Rombongan menginap selama tiga hari tiga malam di Malaysia setelah seharian turun dari Bandara Changi melakukan city tour di Singapura.

Tur di Malaysia diawali di Johor Bahru. Rombongan berkunjung ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru yang diterima  Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KJRI Johor Bahru Anang Fauzi Firdaus dan jajaran. Sepulang dari KJRI, kunjungan berlanjut ke Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) yang lokasinya persis berada di belakang KJRI. Dari SIJB, rombongan kembali berkunjung Sekolah Kebangsaan Sungai Danga. Kedatangan rombongan disambut upacara adat dan penampilan tarian asli Melayu Kompang dengan tabuhan alat musik tradisional berupa bambu dan kayu dari para siswa di sekolah tersebut. Rombongan mendapat jamuan hangat dari para guru, dihidangkan menu masakan khas nasi serai dan lauk ayam yang dimasak merah, rasanya cukup nikmat. Cara makannya dengan berkumpul bersama semacam botram.

Suasana dan kondisi sekolah tak jauh beda dengan sekolah di Indonesia, termasuk kantin sekolah bersih dan rapi. Sekolah memiliki 170 siswa, 33 siswa di antaranya penduduk asli. Rombongan diterima PN Nursita, Guru Penolong Kanan Pentadbiran atau guru kurikulum dan majelis atau pembina sekolah, Muhamad Syahril Azmi Benyamin. Sekolah juga menampilkan tayangan profil sekolah. Dari Johor Bahru, rombangan bertolak ke Kualalumpur dengan lama perjalanan lima jam dengan menempuh jarak sejauh 340 kilometer. Rombongan baru tiba di Kualalumpur sekira pukul 20.00 waktu Malaysia atau satu jam lebih cepat dari waktu Indonesia.

Rombongan masih bersemangat dan menyempatkan mengunjungi kawasan Putrajaya. Rombongan berfoto di depan kantor Perdana Menteri dan Masjid Putrajaya. Setelah itu makan malam di Rumah Makan Warisan, makanan khas Indonesia di Dataran Merdeka Kualalumpur. Selama perjalanan, para juara sudah terlihat akrab satu sama lain dan saling bercanda. Termasuk pejabat dinas, para pendamping, orangtua, dan panitia, berikut tour guide, termasuk driver bis yang mengantar rombongan. Dari Putrajaya rombongan menuju penginapan beristirahat di Hotel Wira, kelas bintang tiga di Kualalumpur.

Pagi harinya, usai sarapan rombongan menuju Menara Kembar Tertinggi di dunia, Petronas, Kualalumpur. Tak lupa mereka mengabadikan momen di gedung yang menjadi khas negara tetangga itu. Selang setengah jam berfoto bersama, rombongan langsung bertolak menuju Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kualalumpur diterima perwakilan Duta Besar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mokhamad Farid Maruf. Pada kesempatan itu, para juara Bintang Sains aktif berdialog dengan Farid dan menceritakan kesan mereka selama dua hari perjalanan Singapura-Malaysia, mulai dari tata kota hingga tradisi warga di kedua negara yang dinilai positif disampaikan.

Dalam kesempatan itu, Farid menyampaikan pesan kepada para juara Bintang Sains agar mereka terus belajar dan bermain di era yang terus berkembang. Katanya, semakin banyak baca semakin baik. Ia juga mewakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan dukungan dan terima kasihnya kepada Radar Banten dan Banten Raya TV serta pemerintah daerah yang telah memfasilitasi siswa untuk mengembangkan bakatnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Farid juga mendukung langkah Radar Banten yang mengajak para juara Bintang Sains tur ke luar negeri karena akan menambah pengalaman dan pelajaran positif. Menurutnya, siswa sekolah dasar mudah menggali ingatan. “Hidup bertetangga paling penting. Terus belajar dan bermain,” pesannya.

Salah satu juara Bintang Sains 2019 dari Kabupaten Serang Ratu Salma Qonita mengaku banyak mendapat ilmu berharga di dua negara yang dikunjunginya. Mulai dari bangunan rumah yang layak, kehidupan yang tertib, bersih, dan tanpa macet. “Di sini (Singapura-Malaysia-red) lebih bersih dan tertib. Makanannya juga lumayan enak, jadi betah,” ucapnya.

Pendamping juara Bintang Sains Kota Serang dari SDIT Al-Izzah Serang Muhammad Arifin menilai, banyak pengalaman menarik di dua negara tetangga yang dikunjungi. Bukan sekadar pengalamana wisata, melainkan juga ada hiburan dan edukasinya terhadap siswa. Menurutnya, pengalaman yang didapat para juara Bintang Sains tidak mudah didapatkan siswa lainnya. Ia berharap, studi tur ke luar negeri itu dapat menambah wawasan dan pengembangan keilmuan siswa yang positif. Terutama dalam hal kebersihan, kerapian, dan ketertiban yang bisa dijaga negara dengan baik. “Kita berharap, ke depan studi tur bisa menarik lagi dan anak-anak yang ikut studi tur bisa lebih banyak lagi yang diajak,” harapnya. (*)