Suami Humoris Bikin Dek-dekan

Antara suka dan mengkhawatirkan. Begitulah perasaan yang menghantui Minah (27), nama samaran, saat ini terhadap suaminya, sebut saja Udin (28), yang mudah dekat dengan banyak wanita karena sifat humorisnya. 

“Kadang suka risih aja kalau suami lagi bercanda sama perempuan. Yang ketawa suka sambil pegang-pegang tangan atau badan Mas Udin gitu,” keluh Minah saat bercerita kepada Radar Banten di teras rumahnya di Kecamatan Cipocok Jaya, kemarin. Jadi ceritanya cemburu nih? “Enggak sih, khawatir aja suami kebablasan,” tepisnya. Sama saja Mbak.

Minah mengakui, yang disukai dari Udin karena sifat humorisnya. Kalau Udin sudah bercanda, Minah sering dibuat terpingkal-pingkal dan lupa dengan kesedihannya. Ocehan Udin memang ajaib. “Pokoknya apa yang dilakukan Mas Udin it’s magic,” ucapnya. Sulap kali.

Gara-gara sifat humoris Udin juga yang kerap mengubah suasana hati Minah membuatnya tidak bisa menolak lamaran Udin saat mengajaknya menikah. Padahal, wajah dan keuangan Udin pas-pasan. Udin orang biasa dan hanya karyawan di salah satu perusahaan swasta. Lain dengan Minah yang berasal dari keluarga berada. Setelah menikah, Minah hanya menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Mereka bisa langsung menempati rumah pribadi berkat bantuan orangtua Minah. Awalnya rumah tangga Minah tak ada masalah. Tinggal di lingkungan baru, mereka mudah beradaptasi dengan tetangga. Bukan hal sulit bagi Minah, terutama Udin yang pandai berkomunikasi bergaul dengan lingkungan barunya. “Alhamdulillah sih, kita dapet lingkungan yang warganya ramah-ramah,” ucapnya. Rajin menjamah ya.

Satu pekan rumah tangga berjalan. Udin mulai mengubah kebiasaannya. Setiap pulang kerja tak langsung pulang ke rumah, tapi mampir di tempat tongkrongan ibu-ibu. Di sana, Udin bisa mengobrol dengan ibu-ibu tetangga sampai malam. Niatnya menghibur, tapi terkadang Udin suka genit setiap dekat dengan perempuan lain. Kalau sedang kumpul dengan ibu-ibu muda, Udin suka lupa waktu dan lupa segalanya. “Jadi, punya suami humoris tuh bikin dek-dekan. Biasanya ngobrol tuh sampai malem. Padahal, biasanya ba’da Isya sudah di rumah. Ini kadang sampai jam 11 malem,” kesalnya. Ajak pulang dong.

Mengetahui Udin sering pulang telat, suatu malam Minah mendatangi tempat nongkrong ibu-ibu tersebut. Benar saja, di sana suaminya kebetulan sedang asik mengobrol dengan mahmud alias mamah muda. Tentu saja, pemandangan itu membuat Minah emosi, karena melihat ibu-ibu itu tertawa sambil megang-megang Udin. Megang apa ya?. “Itu, nyentuh-nyentuh pundak, nepok dada, jadi saya ngerasa enggak dihargai,” tukasnya. Asal jangan sampai megang vitalnya aja Mbak.

Malam itu pula keduanya bertengkar hebat. Meski begitu, Udin merasa tidak bersalah, malah seolah tak menganggap ada masalah. Sikap itu pun semakin memicu kemarahan Minah. Akhirnya mereka saling diam selama sepakan. “Tapi, akhirnya kita baikan setelah dia janji enggak bakal ngobrol sama ibu-ibu lagi sampai larut malem,” katanya. Syukur deh. (mg06/zai)