Suami Jarang Pulang, Istri Malah Nyabu

0
81
Puluhan tersangka kasus narkoba, termasuk Titin dan Rosa, saat ekspos di Mapolresta Tangerang, Senin (30/10).

TIGARAKSA – Seorang ibu rumah tangga bernama Titin (35) warga Kelurahan Uwungjaya, Kecamatana Cibodas, Kota Tangerang harus merasakan dinginnya hotel prodeo. Penyebabnya, ibu satu anak itu diringkus saat asyik mengonsumsi narkoba jenis sabu bersama rekan satu kontrakannya, Rosa (24).

Dari informasi yang didapat, kecanduan terhadap narkoba berbentuk kristal bening setelah diperkenalkan oleh Rosa. Suaminya yang jarang pulang karena sibuk bekerja akhirnya membuat Titin menjadi kecanduan.

Warga sekitar kontrakan Titin yang curiga melihat gelagat keduanya lalu melaporkannya ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Satuan Narkoba Polresta Tangerang melakukan pengintaian.

Petugas lantas mendatangi kontrakan tersangka. Hasilnya, polisi menemukan sabu beserta alat hisap (bong) yang disimpan di dalam kamarnya.

Kanit 1 Sat Resnarkoba Polresta Tangerang Iptu Cucu Nuryandi, yang memimpin penggerebekan tersebut, yang menjadi target sebenarnya adalah Rosa. Perempuan berkulit putih tersebut berdasarkan informasi diterima pihaknya adalah pengguna aktif sabu.

Jadi saat kami gerebek, tersangka Titin ada di kamar Rosa. Setelah kami telisik, Titin diduga sebagai pengguna narkoba,” ujarnya, Selasa (31/10).

Awalnya ibu beranak satu tersebut mengelak, namun saat petugas memeriksa kamar kontrakannya yang bersebelahan dengan kamar Rosa, ditemukan satu paket sabu yang dibungkus pelastik bening, demikian pun petugas menemukan benda serupa yang diduga sabu-sabu tersebut di dalam kamar Rosa. ”Keduanya langsung kami amankan,” terangnya.

Kepada polisi, Titin mengaku jadi pecandu sabu-sabu sejak setahun terakhir. Ia menggunakan barang haram tersebut bersama Rosa. ”Saya pakai cuma buat menambah stamina agar rajin bekerja untuk melakukan pekerjaan rumah. Dan biar enggak stres ditinggal suami terus,” akunya.

Keduanya akan dijerat dengan pasal 111 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp800 juta maksimal Rp8 miliar. (Togar/RBG)